Pandemi Covid-19 Merisaukan, Pelealu Kritisi Kebijakan Pemerintah

238
Indriany Pelealu

MANGUNINEWS.COM, Tomohon – Pandemi Coronavirus Desease 2019 (Covid-19), terus menyebabkan berbagai polemik dalam masyarakat. Kebijakan pemerintah pun terus diupayakan dalam rangka mencegah penyebaran virus mematikan ini.

Kota Tomohon sendiri, merespon hal tersebut dengan mengeluarkan Maklumat Walikota yang menganjurkan masyarakat untuk bekerja dan belajar dari rumah.

Indriany Pelealu, salah satu mahasiswa tingkat akhir, Fakultas Teologi, Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT), turut merasakan dampak kebijakan pemerintah ini.

“Kebijakan pemerintah menimbulkan banyak dampak, khususnya bagi kami sebagai mahasiswa tingkat akhir. Harusnya sudah bisa menyelesaikan ujian skripsi, juga melakukan aktivitas lainnya, tapi mau nda mau harus membatasi diri. Terlebih dengan status Kota Tomohon saat ini yang berlabel zona merah, ada juga rasa takut yang dirasakan saat ingin ke Tomohon,” ungkap mahasiswa asal Desa Kalawat, Kecamatan Kalawat Dua, Kabupaten Minahasa Utara itu.

Menurutnya, dampak kebijakan pemerintah ini juga turut dirasakan masyarakat.

“Masyarakat juga turut merasakan dampak kebijakan ini. Banyak yang dirumahkan, banyak yang tidak lagi produktif, dan bisa dipastikan ini bisa meningkatkan angka kemiskinan,” jelasnya.

Pelealu berharap, kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tidak hanya melihat upaya pencegahan penyebaran Covid-19 saja, akan tetapi juga harus melihat kondisi ekonomi masyarakat. Sementara, masyarakat juga harus patuh pada anjuran pemerintah.

“Pemerintah juga harus menganalisa sejauh apa dampak kebijakan yang telah dikeluarkan dari segi ekonomi bagi masyarakat, tidak hanya fokus dalam upaya pencegahan. Masyarakat juga harus patuh pada anjuran pemerintah, dalam upaya pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 ini,” tutupnya. (Tim Man)