Pansus DPRD Sulut Gelar Rapat Kerja Pembahasan Tatib

MANGUNINEWS.COM, Manado – Panitia Khusus (Pansus) Tata Tertib DPRD Provinsi Sulawesi Utara yang diketuai oleh Boy Tumiwa, kembali menggelar Rapat Kerja guna membahas tentang Revisi Tata Tertib DPRD. Kegiatan ini digelar di ruang rapat Komisi III DPRD Sulut.

Dipimpin langsung Ketua Pansus Boy Tumiwa, rapat tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Sulut Victor Mailangkay selaku Koordinator Pansus, beserta anggota Richard Sualang, Melky Jakhin Pangemanan, Christo Ivan Lumentut, dan Yusra Alhabsyi.

Dikatakan Mailangkay, Tatib ini menjadi tugas bersama, karena menyangkut aktivitas DPRD.

“Saya coba memberikan masukan, pada butir A itu ada tambahan, perlu disesuaikan dengan peruntukan dan perkembangan DPRD Provinsi Sulawesi Utara, hasil Pemilihan Umum tahun 2019. Itu yang menjadi roh, menjadi sumbangan gagasan, pemikiran, mengapa kita ingin melakukan perubahan tata tertib,” kata Mailangkay.

“Karena seyogianya, sepatutnya, sewajarnya, tata tertib yang mengatur tentang dewan itu, dibuat oleh anggota dewan yang bersangkutan, sehingga ini yang menjadi pijakan kita melakukan perubahan,” terang Mailangkay.

Demikian pula disampaikan anggota Pansus Tatib lainnya, Melky Jakhin Pangemanan. Menurutnya, pembahasan ini terkait juga dengan pertanyaan dari beberapa anggota DPRD mengenai pembahasan Bab 2, tentang hasil kunjungan dan manfaat.

“Oleh karena itu, hasil kunjungan kerja kita pun ada manfaatnya, sehingga ketika kita akan melaksanakan kunjungan kerja terkait dengan konsultasi dan koordinasi bahkan beberapa hal yang terkait dengan perubahan Tatib ini, itu nantinya juga tidak lagi dipertanyakan oleh teman-teman lain bahkan juga media. Oleh karena itu mungkin sekarang ini memang kita fokus pada hasil kunjungan kerja kemarin,” ucap Pangemanan.

Ia menambahkan, nantinya Tatib yang diputuskan, baiknya melibatkan para tenaga ahli.

“Menurut saya usulan dari Wakil Ketua Victor Mailangkay, tentunya ini sudah benar. Kita inventarisir saja dulu, dan baiknya kita membutuhkan juga tenaga ahli yang nantinya bisa menilai secara ilmiah terkait dengan masukan-masukan dari setiap anggota Pansus. Oleh karena itu, kalau nantinya kita rampungkan, misalkan disampaikan pimpinan tadi 50 persen atau sebagian persen baru kita serahkan ke tenaga ahli, itu juga bisa kerepotan,” tandasnya.

Sementara, Ketua Pansus Tatib DPRD Sulut Boy Tumiwa menanggapi pembahasan revisi Tatib ini dengan memberikan apresiasi kepada para anggota Pansus atas usulan dan masukan yang ada.

“Harus diakui, spirit dan semangat dari teman-teman untuk memberikan yang terbaik untuk Sulawesi Utara ini begitu luar biasa. Saya melihatnya seperti itu,” ungkap Tumiwa.

Dia pun berharap, sekiranya Tatib ini dapat diselesaikan sesuai dengan mekanisme dan aturan yang ada, karena pentingnya Tatib Dewan ini.

“Dengan semangat yang ada mari kita buat itu sesuai dengan kharisma dan aturan. Tatib itu roh di DPRD maka kami akan melakukan yang terbaik ,yang penting tidak keluar dari aturan yang berlaku,” ujarnya.

“Pasalnya sudah ringan dari pembahasan sebelumnya, masukan kebanyakan normatif sesuai dengan pedoman Tatib. Kami akan bikin baru Tatib ini walaupun dasarnya sama, Pedoman. Dan doakan semoga  pembahasan tatib ini bisa cepat selesai,” pungkas Tumiwa. (Eka Egeten)