Para Kepala Daerah Minta Penundaan Setoran Pinjaman ASN, Dendeng: BSG Terancam

118
Jefry Dendeng

MANGUNINEWS.COM, Manado – Pihak manajemen Bank Sulut Gorontalo (BSG) membenarkan telah menerima surat dari beberapa kepala daerah kabupaten/kota, perihal penundaan penyetoran pinjaman selama 3 bulan.

Sayangnya, permohonan tersebut tidak dapat dijalankan oleh BSG. Direktur Utama (Dirut) BSG Jefry Dendeng menegaskan ini secara resmi kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut melalui Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur tahun anggaran 2019.

“Penundaan bagi ASN (Aparatur Sipil Negara,Red) tidak diatur dalam aturan POJK (Peraturan Otoritas Jasa Keuangan,red) dan telah disampaikan langsung oleh OJK pusat dan daerah,” jelas Dendeng, Jumat (24/4) di gedung DPRD Sulut.

Selain itu, disampaikannya setelah melakukan simulasi penundaan untuk 3 bulan, BSG akan mengalami kerugian ratusan miliar rupiah dan ini akan berdampak negatif terhadap masa depan bank.

“Simulasi kami, BSG akan mengalami kerugian ratusan miliar, berdampak dan terancam merugi,” tegas Dendeng.

Disaat merugi, banyak nasabah akan menarik dananya di BSG. Diakui, sulit mencari nasabah yang mau taruh dananya di bank yang merugi. Pada gilirannya BSG akan mengalami kesulitan likuiditas.

“Kesulitan likuiditas ini bisa berdampak buruk bagi Torang pe Bank, skenario terburuknya bisa likuidasi,” jelasnya.

Kata Dendeng, Dana Pihak Ketiga (DPK) BSG terdiri dari 75 persen dana masyarakat dan 25 persen dana Pemda. (Tim Man)