Pasar Buyat Kembali ‘Hidup’

516

MANGUNINEWS.COM, Kotabunan – Pasar tradisional Buyat, Kecamatan Kotabunan, mulai padat. Pembeli yang bertransaksi jual beli kian ramai.

Pasar yang diresmikan Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Landjar, pada 18 Januari 2018 ini, sudah sekitar tiga pekan kembali beroperasi. Sebelumnya sempat terhenti disebabkan akses jalan menuju ke pasar tersebut belum memadai.

Raisin Ude (63), salah satu pedagang asal Desa Buyat Selatan, mengungkapkan dirinya memilih berjualan di Pasar Buyat karena akses jalan sudah bagus serta fasilitas pendukung lainnya sudah disediakan oleh pemerintah.

“Sebelumnya saya berjualan di depan jalan tapi melihat pasar ini sudah mulai ramai sehingga saya memilih berjualan di sini (Pasar Buyat, red). Alhamdulillah pembeli yang datang sangat lumayan banyak,” kata Raisin Ude, Kamis (6/2).

Ibu paru baya ini sangat bersyukur dengan adanya fasilitas yang dibangun pemerintah. Ia mengaku sangat merasakan dampak positifnya, dibuktikan dengan banyaknya pembeli yang datang berbelanja di pasar Buyat.

“Sekarang pasar ini air dan lampu penerangan sudah ada dan juga akses jalan sudah sangat bagus karena sudah diaspal semua. Sekitar jam 7 pagi banyak yang datang berbelanja. Adakalanya pedagang ‘cabo’ datang berjualan di sini. Pembeli bertransaksi jual beli sudah lumayan banyak,” aku Raisin.

Hawarin Ladtojo, salah satu pedagang ikan menuturkan, Pasar Buyat pada pukul 05.00 Wita sudah ramai. Ia juga mengakui, banyak masyarakat yang kini melakukan transaksi kebutuhan sehari-hari, seperti membeli ikan, sayur-sayuran dan bahan kebutuhan pokok lainnya.

“Pasar Buyat berbeda dengan pasar yang lain. Mulai jam 5 pagi sudah banyak sekali orang yang datang berbelanja. Pokoknya sudah bagus, berbeda dengan yang lalu,” ujar Hawarin.

Ia pun yakin, Pasar Buyat akan berkembang karena seluruh pelaku pasar sudah terlihat aktif. “Saya sendiri memilih bertahan bejualan di pasar ini karena saya yakin pasar ini akan berjalan seperti pasar-pasar tradisional yang lain,” singkatnya. (Gazali Ligawa)