Peduli Lingkungan, Distanakan Kota Tomohon Tanam Pohon dan Bunga di Gunung Lokon

198

MANGUNINEWS, Tomohon – Kepedulian pemerintah Kota Tomohon dalam menjaga serta melestarikan lingkungan, dibuktikan dengan penanaman pohon dan bunga di kawasan Gunung Lokon, Sabtu (25/1). Kegiatan dalam rangka hari ulang tahun Kota Tomohon ke-17 ini, diprakarsai oleh Dinas Pertanian dan Perikanan (Distanakan) Kota Tomohon, bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), DPD Brigade Manguni Kota Tomohon, dan relawan konservasi Sulut.

Walikota Tomohon melalui Asisten bidang Perekonomian, Ir. Enos Pontororing, M.Si mengatakan, pemerintah sangat mengapresiasi inisiatif yang dilakukan dinas terkait juga relawan peduli lingkungan, dalam rangka penanaman pohon dan bunga ini.

Dijelaskan, hutan di dalamnya pohon-pohon merupakan paru-paru dunia. Pohon-pohon yang ditanam di kawasan Gunung Lokon ini juga akan menjadi paru-paru Kota Tomohon, serta bunga akan memberikan semarak warna-warni, dan pastinya akan membuat kualitas udara lebih baik.

“Dengan demikian kualitas hidup masyarakat Kota Tomohon juga akan lebih baik. Dengan kualitas hidup yang baik, kita akan mampu bersaing dengan daerah-daerah lain,” ujarnya.

Ia berharap, kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti pada penanaman, akan tetapi juga terus dipelihara.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon, Steven Waworuntu, SSTP, dalam arahanya kepada peserta mengatakan, di lokasi penanaman Gunung Lokon ini memiliki 14 pos, tapi yang dibuka baru 11 pos untuk penanaman. Lokasi penanaman bunga di pos 8, pohon di samping kiri dan kanan mulai dari pos 1-11, dengan jarak 3 meter per pohon.

“Ada anggota-anggota kami yang diperlengkapi dengan handy talkie (HT), untuk mengontrol dan memastikan kondisi fisik peserta, karena jalur yang akan dilalui dari pos 1-11 lumayan sulit,” jelasnya sebelum kegiatan penanaman dimulai.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Wakil Kepala (Waka) Kepolisian Resor (Polres) Tomohon, Kompol Deisy Bolang, S.Pd, Lurah Wailan serta perangkat kelurahan, dan para peserta yang tergabung dari berbagai komunitas pecinta alam di Sulawesi Utara. (Risal Kahidopang)