Pembatasan Akibat Covid-19, Rumajar Nilai Untuk Kepentingan Bersama

Sucita Rumajar

MANGUNINEWS.COM, Tomohon – Angka positif Covid-19 di Indonesia terus bertambah, bahkan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Karena itu, pemerintah membuat kebijakan pembatasan beraktivitas, salah satunya work from home atau kerja dari rumah.

Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, menuai beragam tanggapan masyarakat. Salah satunya dari seorang pemuda asal Tomohon.

Sucita Rumajar, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fispol) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, menilai dampak pembatasan yang dikeluarkan oleh pemerintah ada rasa enak dan tidak enak yang dialami.

“Pastinya tidak enak yang saya rasakan. Siapa yang suka terus-menerus di rumah,” ujar mahasiswa yang kerap disapa Cita.

Meskipun dirinya merasa jenuh berada di rumah terus, namun Cita memaklumi kebijakan pembatasan yang dibuat oleh pemerintah adalah untuk kepentingan bersama.

“Demi kepentingan bersama, kita tidak boleh egois. Harus patuh pada aturan, kalau kita melanggar maka itu sama halnya kita memperpanjang rantai Covid-19,” tuturnya.

“Bahkan, di kampung tempat saya tinggal sudah lebih ketat pengamananya. Sampai di jalan-jalan sudah dipasang palang karena mengingat kasus positif Covid-19 makin bertambah,” kuncinya. (Mineshia Lesawengen)