Pemerintah Rumengkor Satu Berlakukan Jam Malam

MANGUNINEWS.COM, Tombulu – Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Pemerintah Desa Rumengkor Satu memberlakukan jam malam. Hal itu disampaikan langsung oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Rumengkor Satu, Meike Mokodongan, Kamis (9/4) pagi. Informasi tersebut diumumkan melalui pengeras suara.

“Pemerintah Desa Rumengkor Satu mulai hari ini, Kamis, 9 April 2020 akan memberlakukan jam malam. Dari jam 08.00 malam hingga 12.00 malam,” katanya.

Empat hal yang jadi imbauan kepada masyarakat Rumengkor Satu, pertama masyarakat diminta menahan diri untuk tidak berkerumun atau berkumpul. Kedua, tidak bepergian ke luar rumah untuk urusan tidak penting atau mendesak.
Ketiga, bagi keluarga atau masyarakat diminta jangan dulu menerima tamu atau keluarga dari luar desa. Terakhir, apabila menemui orang yang tidak dikenal, agar mengambil langkah untuk menghubungi pemerintah setempat.

Hukum Tua Desa Rumengkor Satu, Johanis Jerry Korengkeng saat dihubungi soal status pemberlakuan jam malam tersebut, memberikan keterangannya kepada media ini, Kamis (9/4) sore. “Skarang mo diperketat, yang dari luar kita belum mo kase maso,” tegasnya.

Lebih lanjut Korengkeng menjelaskan, aturan ini juga berlaku bagi orang asal Rumengkor Satu yang tinggal di luar. Ia harap untuk sementara waktu jangan dulu bertamu atau berkunjung pulang kampung dengan keluarga. Ini demi keselamatan bersama.

“Ini torang so putuskan bersama di rapat tadi malam (Rabu, 8/4). Torang pemerintah desa menjaga, demi kita pe masyarakat pe kesehatan,” terang Korengkeng, melanjutkan penjelasan soal alasannya bersama jajaran pemerintah melakukan pemberlakuan jam malam.

 

“Torang bukang ba sangka, hanya khawatir kalo dorang yang datang so bawa panyaki. Ini bentuk antisipasi. Malam ini aparat bersama petugas hansip mulai ba jaga,” tegasnya.

Sehubungan dengan hal itu, Korengkeng juga menyarankan kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas kumpul-kumpul di perkebunan.

“Untuk kumpul-kumpul di kebun, sebenarnya tidak boleh. Tapi saran saya, kalau cuma keluarga, kita bolehkan, tapi jangan lebih delapan orang dan jangan ada orang selain orang Rumengkor,” tutup pria yang akrab di sapa Budo ini. (Tim Man)