Pemkab Minahasa Seriusi Masalah Rombe

MANGUNINEWS.COM, Tondano – Hasil rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada hari Senin yang lalu, langsung ditindaklanjuti Pemerintah Kabupaten Minahasa. Kamis (17/6) hari ini, Bupati Minahasa DR. Ir. Royke O. Roring, M.Si., yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Minahasa menggelar rapat bersama sejumlah pihak terkait.

Hadir Kapolres Minahasa, Dandim Minahasa, Camat, Hukum Tua dan Lurah terkait serta perwakilan tokoh masyarakat di 4 desa dan kelurahan terkait. Agenda ini berlangsung dari pagi sampai siang di aula Polres Minahasa.

Dalam pengantarnya, Bupati Minahasa melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra Denny Mangala, menyampaikan bahwa masalah tanah perkebunan Rombe di seputaran Makawembeng, sangat serius menjadi perhatian Pemkab Minahasa. Bahkan sudah beberapa kali dilakukan pertemuan untuk mensolusikan masalah tersebut.

“Terakhir pada hari Kamis minggu kemarin, dan sudah ada kesepakatan bersama yang ditandatangani oleh semua pihak. Namun karena terjadi permasalahan hari Minggu yang menewaskan 1 orang warga, maka tentu pemkab harus turun tangan kembali dengan menggelar rapat Forkopimda dan pertemuan hari ini,” ujar Mangala.

Menurutnya, setelah mendengarkan harapan dan keinginan perwakilan masyarakat serta arahan dari Kapolres dan Dandim Minahasa, maka telah diputuskan beberapa poin penting yang menjadi kesepakatan rapat tersebut.

Pertama, Pemkab dan TNI, Polri akan segera membentuk tim bersama pemangku kepentingan serta perwakilan tokoh masyarakat untuk mencari solusi penyelesaian masalah tanah tersebut. Target waktu penyelesaian selama 45 hari dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan.

Kedua, selama masa penyelesaian tanah oleh tim terpadu tersebut, lokasi perkebunan seputaran Makawembeng, Rombe dan yang terkait dengan masalah, ditetapkan status quo dan tidak diizinkan siapapun untuk melakukan kegiatan di lokasi tersebut.

“Ketiga, untuk mengawasi agar tidak ada aktivitas di lokasi tersebut, maka akan dibentuk tim pengawasan di bawah koordinasi Kodim dan Polres Minahasa. Keempat, jika ada aparat baik TNI maupun Polri yang terlibat dalam permasalahan tanah tersebut, akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku. Kelima, semua pihak akan menahan diri dan akan mensosialisasikan kesepakatan ini kepada masyarakat,” paparnya.

“Poin ke enam yang disepakati, permasalahan yang terjadi hari Minggu baru-baru ini adalah murni tindakan kriminal dan para pelaku akan diproses hukum serta tidak ada kaitan dengan masalah agama,” sebut Mangala.

Selesai rapat, para perwakilan tokoh masyarakat dari desa dan kelurahan terkait, berbaur dalam silaturahmi yang sejuk dan bahkan saling memahami kondisi yang terjadi.

Bupati Minahasa melalui Asiaten Pemerintahan dan Kesra sangat berharap agar suasana aman dan damai dalam balutan ‘Torang Samua Basudara, Torang Samua Ciptaan Tuhan’ dengan kearifan lokal yaitu ‘maleos-leosan, malinga lingaan wo masawang-sawangan’ betul-betul akan teraktualisasi dalam kehidupan sosial masyarakat. (Kelly Korengkeng)