Pemkab, Polres dan FKUB Minahasa Bahas Rencana Membuka Rumah Ibadah

28

MANGUNINEWS.COM, Tondano – Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui Bupati Minahasa Dr. Ir. Royke Octavian Roring M.Si., bersama Kapolres Minahasa dan  FKUB Kabupaten Minahasa, melakukan pertemuan di Polres Minahasa dalam rangka membahas rencana pelaksanaan ibadah di rumah-rumah ibadah di wilayah Minahasa.

Bupati Minahasa melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra Denny Mangala, menyampaikan perkembangan penyebaran Covid-19 di wilayah Minahasa, termasuk berbagai langkah upaya yang dilakukan oleh pemerintah.

Menurutnya, saat ini sudah banyak pimpinan agama yang meminta rekomendasi pelaksanaan ibadah di rumah-rumah ibadah.

“Setelah memperoleh masukan dari FKUB Kabupaten Minahasa, termasuk Kapolres Minahasa, maka disepakati bersama beberapa poin penting. Pertama, pemberlakuan ibadah di rumah ibadah direncanakan akan dimulai pada awal Juli 2020, walaupun masih sangat terbatas. Kalau GMIM masih terbatas majelis jemaat. Dan akan melibatkan jemaat secara bertahap sesuai perkembangan Covid-19 di Minahasa,” kata Mangala.

Kedua, masing-masing pimpinan agama akan mengatur protap tambahan dari protokol kesehatan secara umum, seperti membatasi waktu ibadah, tidak ada kelompok pujian, serta membagi jemaat dalam beribadah. Sementara protokol kesehatan secara umum akan tetap dijalankan, yaitu penggunaan masker, wadah cuci tangan, pengukuran suhu, pengaturan jarak duduk, penyemprotan disinfektan.

“Ketiga, masing-masing pimpinan agama mempersiapkan seluruh peralatan pengaturan dalam rangka ibadah di rumah ibadah, seperti thermo scan, wadah cuci tangan sebelum pemberlakuan ibadah di rumah ibadah,” jelasnya.

Keempat, masing-masing pimpinan agama diharapkan agar dapat mensosialisasikan  kepada jemaat untuk ibadah di rumah ibadah dengan standard kesehatan Covid-19 dalam rangka ‘new normal’, termasuk setiap rumah ibadah akan dipasang baliho protokol kesehatan.

Kelima, Pemkab Minahasa akan secepatnya menyampaikan wilayah desa dan kelurahan yang ditetapkan sebagai zona aman untuk pelaksanaan ibadah di rumah ibadah. Dan yang belum masuk zona aman, belum direkomendasikan untuk beribadah di rumah ibadah.

Keenam, jika terjadi perkembangan zona aman menjadi tidak aman maka pelaksanaan ibadah di rumah ibadah akan menyesuaikan dengan perkembangan tersebut.

Ketujuh, seluruh pimpinan agama sebelum melakukan ibadah di rumah ibadah agar melakukan koordinasi dengan pemerintah desa, kelurahan atau kecamatan.

“Kedelapan, untuk ibadah lain di luar rumah ibadah, pimpinan agama akan menyampaikan kepada pemerintah, dalam hal ini gugus tugas untuk rekomendasi pelaksanaan,” ungkap Mangala.

Dalam rapat tersebut juga sudah dimintakan agar FKUB Kabupaten Minahasa dapat ikut berperan dalam menyejukkan suasana yang terjadi antara warga Marawas, Kampung Jawa dan sekitarnya. (Kelly Korengkeng)