Pemkab Siapkan Rumah Singgah, Mangala: Pekan Depan Dimanfaatkan

Denny Mangala

MANGUNINEWS.COM, Tondano – Dalam upaya mengantisipasi bertambahnya Orang Dalam Pengawasan (ODP) Coronavirus Disease (Covid-19), Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) telah menyiapkan fasilitas Rumah Singgah bagi ODP. Merespon hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa juga mengambil langkah yang sama.

Rumah Singgah disiapkan dalam rangka mengisolasi masyarakat yang datang dari luar atau pulang ke Sulut. Itu sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19).

Hal tersebut disampaikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kabupaten Minahasa, Dr. Denny Mangala.

“Kabupaten Minahasa sudah mengantisipasi terkait dengan hal itu dan saat ini Pemda Minahasa sudah ada satu Rumah Singgah, yaitu di rumah susun di kompleks Stadion Maesa Tondano. Kapasitasnya ada 42 kamar,” katanya saat diwawancarai Rabu (15/4).

Sementara, untuk mekanisme penggunaan Rumah Singgah bagi para masyarakat yang akan menempati itu, Mangala mengatakan, “Kita tetap berkoordinasi dengan Gugus Tugas Provinsi, karena ada juga yang langsung dihandle oleh Gugus Tugas Provinsi, melalui rumah singgah yang ada di Provinsi Sulawesi Utara.”

“Nah, tentu yang direkomendasikan untuk masuk di Rumah Singgah Kabupaten Minahasa, itu yang kita tangani dari Pemda Minahasa,” jelasnya.

Ia menambahkan, di Rumah Singgah itu dilengkapi fasilitas tempat tidur dan fasilitas tidur lainnya. Di sana juga lengkap fasilitas penunjang, terutama air minum.

Ditegaskan, Pemkab Minahasa terus melakukan koordinasi melalui Gugus Tugas yang ada, terkait dengan Rumah Singgah yang akan disiapkan.

“Kami senantiasa berkoordinasi, karena ada beberapa yang sudah masuk di rumah susun itu. Itu kita minta untuk dikosongkan dulu, nanti setelah dikosongkan kita akan melakukan penyemprotan disinfektan lebih dulu, baru kita akan mulai untuk dioperasionalkan Rumah Singgah itu,” ujar Mangala.

“Kita berupaya pekan depan sudah bisa dimanfaatkan untuk Rumah Singgah yang ada di Kabupaten Minahasa,” tutupnya. (Kelly Korengkeng)