Perjuangkan Keadilan, Masyarakat Tondei Satu Jual Sayur Santan

270

MANGUNINEWS.COM, Motoling Barat – Laporan masyarakat soal dugaan korupsi oknum pemerintah desa (Pemdes) Tondei Satu, tengah bergulir di meja hukum. Hal itu memantik semangat kaum muda yang tergabung dalam kelompok Solidaritas Masyarakat Tondei Satu Demi Keadilan (SMTSDK).

Senin (31/8), para teruna ini kembali menggalang dana untuk menopang Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mereka dalam upaya mengungkap kasus tersebut.

Saat ditemui di kediamannya seusai kegiatan penggalangan dana, Yanli Sengkey, anggota SMTSDK angkat suara. Menurutnya, untuk penggalangan dana kali ini, sudah pernah dilakukan sebelumnya.

Ia mengatakan, mereka menjual masakan demi menopang BPD yang sementara berjuang untuk kesejahteraan warga. Menurutnya, masyarakat Tondei Satu menginginkan agar masalah ini cepat selesai.

“Jadi, ini sudah sekian kalinya kami menjual masakan untuk menunjang kerja-kerja Badan Permusyawaratan Desa, yang sementara berjuang demi tercapainya kesejahteraan sosial yang baik terhadap masyarakat Tondei Satu,” katanya.

“Makanya di sini masyarakat Tondei Satu bersatu, supaya permasalahan ini cepat selesai dan membawa buah baik untuk ke depan di desa Tondei Satu,” tandas Sengkey.

Di tempat terpisah, warga Jaga 3, Reifin Mogogibung merasa bangga dengan semangat yang dimiliki kelompok ini. Meski hanya bermodalkan menjual sayur santan, mereka tetap bersemangat mengumpulkan dana.

“Saya bangga melihat anak-anak muda yang sampai hari ini terus bersemangat, berjuang untuk keadilan, untuk Tondei Satu. Biar cuma sayor santang ato gohu, dorang berusaha untuk mencari, mengumpulkan biaya untuk menopang BPD dalam berjuang untuk mencari keadilan,” ujarnya.

Melihat perjuangan mereka, Mogogibung berharap agar BPD tidak akan menyerah dan tetap berjuang, memantau dan mengawal tindak lanjut dari laporan yang telah dilayangkan.

“Melihat perjuangan anak-anak muda atau warga, tentu harapan ke depan BPD juga jangan pernah menyerah untuk terus berusaha pantau atau kawal perjuangan selama ini, karena saya tau proses hukum sementara berlangsung,” harap Mogogibung.

Lanjutnya, “Bicara kebenaran, diakui atau tidak, sedikit atau banyak orang, kebenaran tetap kebenaran. Satu waktu itu akan muncul. Jadi untuk BPD, teruslah berjuang dan jangan pernah putus asa.”

Terpantau, penggalangan dana dilakukan dengan cara membuat sayur santan dan menjualnya kepada masyarakat. Diolah di kediaman keluarga Kontu-Sengkey, warga Jaga 4 desa Tondei Satu.

Diketahui, Selasa (25/8), BPD Tondei Satu, Kecamatan Motoling Barat telah mengikuti penyidikan tahap awal di Kepolisian Resor (Polres) Minahasa Selatan (Minsel). Harapan besar pun kian membuncah di tengah masyarakat setempat. Ada keyakinan, kasus ini bisa secepatnya dituntaskan aparat penegak hukum. (Ferlandi Wongkar)