Perkuat Masyarakat Tondei Satu, SMTSDK Bangun Solidaritas Bersama Mahasiswa

MANGUNINEWS.COM, Tondano – Kelompok Solidaritas Masyarakat Tondei Satu Demi Keadilan (SMTSDK) gelar diskusi terbuka di Tondano, Jumat (7/8). Penilaian soal terjadinya birokrasi yang salah dalam sistem pemerintahan di Desa Tondei Satu, Kecamatan Motoling Barat, jadi pemantik.

Kelompok ini kerja sama dengan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Tondano, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kota Minahasa, Himpunan Mahasiswa (HIMA) Mitra dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Tondano. Diskusi bertemakan Desa Sebagai Miniatur Negara, ‘Membedah Korupsi Sistematik di Desa’ berjalan lancar.

Johanes Gerung, ketua LMND Cabang Minahasa berterima kasih kepada masyarakat Tondei Satu, SMTSDK dan organisasi mahasiswa yang lain karena telah melaksanakan diskusi ini.

“Saya dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) tentu sangat berterima kasih kepada seluruh masyarakat Tondei Satu,” katanya saat diwawancarai.

Lanjut Gerung, “Juga yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Tondei Satu Demi Keadilan yang boleh memfasilitasi diskusi kita pada hari ini dengan organisasi mahasiswa yang lain.”

Menurutnya, permasalahan yang terjadi di desa Tondei Satu, terjadi juga di desa-desa lain. Keterangannya didukung oleh Wasekjend Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI. Mia Ketangrejo menjelaskan jika kasus indikasi korupsi masih kuat terjadi.

“Indikasi korupsi yang terjadi di desa Tondei ini memang sangat masif terjadi juga di desa-desa lain,” ucap Ketangrejo.

Ia berharap agar kasus-kasus seperti ini diangkat sehingga menumbuhkan kesadaran masyarakat.

“Jika kasus-kasus seperti ini kita angkat dan bahas, itu akan menumbuhkan kesadaran untuk masyarakat-masyarakat yang lain,” ujarnya.

Mahasiswa ‘Cipayung’, Anthoni Talubun selaku ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Tondano, nyatakan sikap untuk berjuang bersama masyarakat desa Tondei Satu.

“Kami akan mendukung baik moral, tenaga dan waktu, akan kami kerahkan untuk menyelesaikan persoalan ini,” jelasnya saat ditemui wartawan media ini.

Kegiatan ini diselenggarakan di Asrama Bogani, sekira pukul 17.00 – 21.00 Wita. Dihadiri utusan SMTSDK, LBH Manado dan puluhan peserta yang tergabung dalam organisasi-organisasi mahasiswa. (Ferlandi Wongkar)