Perubahan APBD 2020 Alami Berbagai Penurunan, Eman Sebut Karena Wabah Covid-19

MANGUNINEWS.COM, Tomohon – Pandemi Covid-19 mengakibatkan krisis kesehatan diseluruh dunia, yang berdampak pada melemahnya perputaran perekonomian dan stabilitas sistem keuangan suatu negara.

Untuk itu, pemerintah kota (pemkot) Tomohon dalam menghadapi masa pandemi Covid-19, telah melakukan perubahan sasaran dan prioritas pembangunan daerah.

Hal itu disampaikan Wali Kota Tomohon, Jimmy Feidie Eman, SE.Ak., CA., dalam penjelasannya mengenai Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) APBD dan rancangan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) perubahan APBD tahun anggaran 2020 lewat rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tomohon, Selasa (8/9).

Ia mengungkapkan, secara garis besar dalam rancangan KUPA APBD dan rancangan PPAS perubahan APBD tahun anggaran 2020 ini, pada sisi pendapatan daerah yang terdiri dari pendapatan asli daerah, dana perimbangan, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah, terkoreksi semula Rp 736,778,319,257.00 (tujuh ratus tiga puluh enam milyar tujuh ratus tujuh puluh delapan juta tiga ratus sembilan belas ribu dua ratus lima puluh tujuh rupiah,red).

“Berkurang sebesar Rp 74,133,498,632.00 (tujuh puluh empat milyar seratus tiga puluh tiga jua empat ratus sembilan puluh delapan ribu enam ratus tiga puluh dua rupiah,red), menjadi Rp 662,644,820,625.00 (enam ratus enam puluh dua milyar enam ratus empat puluh empat juta delapan ratus dua puluh ribu enam ratus dua puluh lima rupiah,red),” ungkap Eman.

Selanjutnya pada sisi belanja secara keseluruhan, total belanja pemkot Tomohon untuk tahun 2020 ini mengalami penurunan.

“Total belanja sebelum perubahan, sebesar Rp 759.792.615.281 (tujuh ratus lima puluh sembilan milyar tujuh ratus sembilan puluh dua juta enam ratus lima belas ribu dua ratus delapan puluh satu rupiah,red) turun menjadi Rp 665.662.058.521 (enam ratus enam puluh lima milyar enam ratus enam puluh dua juta lima puluh delapan ribu lima ratus dua puluh satu rupiah,red) setelah perubahan,” terangnya.

Hal ini menurutnya disebabkan karena ada penurunan target pendapatan, yang diakibatkan karena dampak wabah Covid-19.

Eman juga menjelaskan secara rinci komponen pembiayaan daerah.

“Penerimaan pembiayaan daerah tahun 2020 sebelum perubahan diproyeksikan sebesar Rp 25.014.296.024,00 (dua puluh lima milyar empat belas juta dua ratus sembilan puluh enam ribu dua puluh empat rupiah,red), berubah menjadi Rp 3.017.237.896,00 (tiga milyar tujuh belas juta dua ratus tiga puluh tujuh ribu delapan ratus sembilan puluh enam rupiah,red),” ujar Eman.

Untuk pengeluaran pembiayaan daerah, dikatakanya dari Rp 2.000.000.000,00 (dua milyar rupiah,red) berkurang Rp 2.000.000.000,00 (dua milyar rupiah,red) atau di perubahan APBD ini direncanakan tidak akan ada pengeluaran pembiayaan daerah.

“Dengan demikian, pembiayaan netto yang semula ditetapkan sebesar Rp 23.014.296.024 (dua puluh tiga milyar empat belas juta dua ratus sembilan puluh enam ribu dua puluh empat rupiah,red) menjadi Rp 3.017.237.896 ( tiga milyar tujuh belas juta dua ratus tiga puluh tujuh ribu delapan ratus sembilan puluh enam rupiah,red) sesudah perubahan,” tandasnya.

Diakhir rapat paripurna, Wali Kota Tomohon menyerahkan Rancangan KUPA APBD dan Rancangan PPAS perubahan APBD tahun anggaran 2020 Kota Tomohon, kepada Ketua DPRD Kota Tomohon untuk dibahas bersama.

(Anugrah Pandey)