Polda Kalsel Asah Kemampuan Anggota Tangani Karhutla

38

MANGUNINEWS.COM, Banjarmasin – Asah kemampuan anggota tangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel) Irjen Pol Nico Afinta menggelar simulasi (pelatihan) di kawasan Guntung Damar, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Rabu 5 Agustus 2020 pukul 11.00 Wita.

Dalam simulasi tersebut menggunakan project real fire, meski api menyambar dengan cepat. Namun kobaran tak sampai menghanguskan seluruh kawasan berkat kesigapan dari sejumlah personil Polri, TNI, BPBD, dan Tim Damkar dalam memadamkan api.

Selain Kapolda Kalsel Irjen Pol Nico Afinta tampak hadir pula Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Mohamad Agung Budijono, Irwasda Polda Kalsel Kombes Pol Drs. Djoko Poerbohadijojo, dan para Pejabat Utama (PJU) Polda Kalsel.

Nico mengatakan, simulasi ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama dan sinergitas dalam rangka penanggulangan Karhutla secara proporsional dan profesional. Semua jenis bencana dapat dikatakan penyebabnya adalah ulah manusia, seperti kerusakan lingkungan dan kebakaran yang telah mengancam di tengah kehidupan masyarakat.

“Lewat kegiatan ini, sinergitas dalam penanganan bencana Karhutla dapat tertangi,” kata Nico di lokasi, Rabu (5/8/2020).

Selain itu Nico juga memaparkan tentang petunjuk teknis tentang penanggulangan kebakaran lahan, juga mengimbau untuk menggunakan Aplikasi Pencegahan Karhutla Berbasis IT milik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalsel yang diberi nama Aplikasi BEKANTAN sekaligus mendata relawan yang tergabung.

“Diperlukan upaya penanggulangan Karhutla di wilayah Kalimantan Selatan sehingga harus dilakukan upaya-upaya sedini mungkin baik pada waktu sebelum, saat kejadian dan setelah kejadian,” ucap dia.

Ia menegaskan, penanganan kebakaran hutan dan lahan harus dilakukan secara terkoordinasi dan kerjasama terpadu yang tidak hanya melibatkan Polri, TNI dan Pemerintah saja bahkan seluruh lapisan masyarakat, swasta dan relawan.

“Semua instansi terkait, relawan dan masyarakat mempunyai peran penting dalam penanggulangan Karhutla di Bumi Lambung Mangkurat sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing,” pungkasnya.

Ia menambahkan, kehadiran semua pihak di lapangan perlu didukung dengan kemampuan dan keterampilan serta sarana dan prasarana yang memadai sehingga dapat bertindak secara proporsional dan profesional. Kemampuan dan keterampilan tidak akan datang begitu saja tanpa adanya pelatihan, sehingga harus dilaksanakan simulasi penanganan Karhutla.

“Oleh karena itu, Kami mengimbau kepada seluruh personil Polri dari tingkat Polda, Polres dan Polsek jajaran untuk sering melakukan patroli antisipasi Karhutla. Kami juga mengimbau untuk melakukan patroli hutan dan lahan agar kebakaran tidak terjadi di wilayah hukum Polda Kalsel,” tutupnya. (phee)