Polres Minahasa Hadirkan Pelatihan Olahraga dan Kesenian Untuk Remaja

205
AKBP Denny Situmorang

MANGUNINEWS.COM, Tondano – Kepolisian Resor Minahasa (Polres) Minahasa buka pelatihan sejumlah cabang olahraga dan kesenian. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun karakter remaja. Selain itu untuk meminimalisir gangguan keamanan, ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang penyebabnya melibatkan anak di bawah umur.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Minahasa AKBP Denny I. Situmorang, SIK saat disambangi wartawan di ruang kerjanya.

“Kita mulai dari gereja sebagai pelaksanannya. Kita bekerja sama dengan para Penatua Remaja. Tujuannya agar para remaja ini ada kegitan atau kesibukan usai sekolah,” kata Situmorang.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Polres Minahasa siap menfasilitasi kebutuhan untuk latihan olahraga dan kesenian, baik dengan mendatangkan pelatih serta menyiapkan tempat latihan.

”Kita berharap kerja sama pihak gereja dalam membatu kegiatan ini. Kita mulai dari gereja sebagai motornya. Seberapa pun remaja yang terkumpul untuk latihan, kita datangkan pelatihnya. Kami Polres Minahasa juga siap jika nanti mau dijadikan lokasi latihan, karena kita punya bangunan yang biasa digunakan untuk latihan cabang olahraga karate, thaiboxing,” tandasnya.

“Kalaupun berminat dengan tinju, sepak bola dan bola voli, kita adakan. Untuk Karate dan thaiboxing, di Polres Minahasa sementara berjalan aktivitas latihannya,” lanjut Situmorang.

Di samping olahraga, menurut Kapolres dimintakan juga akan diberdayakan latihan kesenian di tingkat gereja yang pesertanya adalah para remaja.

”Kalau bisa berdayakan juga latihan kesenian, di antaranya paduan suara, juga latihan band. Nanti kita gelar lombanya dua bulan sekali. Begitu pun dengan lomba olahraga. Jangan dilihat dari hadiahnya namun prestasi yang adik-adik kita ini hasilkan. Kita berharap akan tumbuh bibit atlit baru yang bisa diutus untuk berlaga di tingkat nasional dan internasional,” jelasnya.

Alasan digelarnya latihan olahraga dan kesenian ini, di samping memberikan kesibukan di saat pulang sekolah, Kapolres juga mengaku karena keprihatinan akan keberadaan sejumlah remaja yang terbawa arus ke hal-hal yang tidak diingikan. Terlebih menjadi biang keributan dan ganguan kamtibmas.

”Saya prihatin dengan kejadian di awal tahun ini, di beberapa tempat ada tawuran antar kelompok. Setelah ditelusuri, mereka anak -anak di bawah umur. Saya merasa terbeban dan terpanggil untuk membina mereka. Kita semua terpanggil untuk membangun karakter yang baik dan mengarahkan mereka ke hal- hal yang bermanfaat untuk masa depan mereka,” pungkasnya.

Dalam agenda ini, Polres Minahasa bakal bekerja sama dengan tokoh agama, tokoh pemuda, di dalamnya adalah para Penatua di Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM) serta pemerintah desa dan kelurahan. (Kelly Korengkeng)