Pos Covid-19 Mitra Tuai Kritikan Masyarakat

MANGUNINEWS.COM, Kotabunan – Ketegangan terjadi di perbatasan antara Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) dan Bolaang Mongondow Timur (Boltim).  Diberlakukannya surat keterangan hasil rapid test pada Senin (28/12), di Pos Covid-19 di Desa Ratatotok-Buyat jadi pemantik. Hal ini menuai kritikan dari masyarakat yang melintas.

Banyak warga yang kurang setuju dengan aturan yang dibuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mitra tersebut.

Selasa (28/12), sekira pukul 10.30 Wita sampai 14.30 Wita, terlihat masyarakat Desa Buyat mulai menghadang pengendara asal Mitra yang mau melintasi Desa Buyat,

“Persoalan yang terjadi saat ini kami rasa tim gugus tugas Kabupaten Mitra tidak ada rasa keadilan, sebab warga yang dari Buyat yang mau ke Desa Ratatotok itu harus punya hasil rapid test tetapi yang dari Ratatotok ke Buyat itu diperbolehkan. Itu kami rasa tidak punya keadilan,” ungkap salah satu warga Buyat yang tidak mau namanya disebut.

Hal tersebut juga menuai respon dari Camat Kotabunan, Ahmad Alheid. Menurutnya, warga Boltim yang hendak ke Manado dan sekitarnya yang akan melintasi Mitra, mengeluhkan aturan dari Pemkab Mitra. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Ada yang memilih jalan memutar melewati Minahasa Selatan (Minsel).

“Banyak warga Boltim yang mengeluh dengan aturan dari Pemkab Mitra. Aturan Pemkab Mitra ini jelas sangat menyulitkan. Pertama, biaya rapid test tergolong mahal. Kedua, rapid test juga tidak mudah diakses dan atau terbatas untuk melayani jumlah yang membutuhkan. Ketiga, kepentingan ekonomi masyarakat terganggu dengan prosedur ini,” ucap Camat Kotabunan melalui akun Facebooknya.

Kapolsek Ratatotok Iptu Jeffry Deu saat diwawancarai beberapa pewarta mengatakan, persoalan yang terjadi di perbatasan dari masyarakat Desa Buyat sudah diperjelas.

“Persoalan yang terjadi di perbatasan saat masyarakat Desa Buyat tadi sudah diperjelas. Sempat tadi juga bersama-sama dengan Wakapolres. Jadi, masyarakat yang dari Desa Buyat diperbolehkan untuk ke wilayah Ratatotok tetapi itupun ada keperluan seperti ke pasar dan tidak lebih dari 2 jam,” terang Kapolsek Ratatotok. (Abdul Gafur Sarundayang)