Prihatin Akan Konservasi SDA dan Ekosistemnya, Liow Bahas UU 5 Tahun 1990

MANGUNINEWS.COM, Manado – Berangkat dari keprihatinan terhadap konservasi hayati sumber daya alam (SDA) dan ekosistemnya, Anggota Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI), Ir. Stefanus B.A.N. Liow, M.A.P angkat suara.

Ia menekankan masyarakat yang berada di sekitar kawasan konservasi harus benar-benar diberdayakan.

Hal ini mencuat dalam pertemuannya bersama Dinas Kehutanan Sulawesi Utara (Sulut), BKSDA Sulut, Balai Penegakan Hukum LHK Sulawesi, Balai Taman Nasional Bunaken, Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Bolmong, Forum Komunikasi Pencinta Alam dan Perguruan Tinggi.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor DPD RI Perwakilan Provinsi Sulut, Senin (27/9) itu juga membahas terkait pengawasan pelaksanaan UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Liow menyadari banyak satwa yang masuk kategori dilindungi hampir punah dan terancam akibat kerusakan habitat dan eksploitasi tanpa diperhitungkan kelestariannya.

“Sehingga bpemberdayaan masyarakat atau kelompok menjadi penting dan strategis dalam upaya konservasi SDA hayati dan ekosistemnya,” ujar Stefa sapaan akrabnya.

Dirinya pula mengakui pengelolaan dan perlindungan atas SDA hayati dan ekosistemnya di Indonesia sering terbentur dengan keterbatasan. “Atau belum optimalnya pendanaan, sehingga banyak fenomena di daerah tempat-tempat konservasi SDA hayati dan ekosistemnya tidak terawat dengan baik,” terangnya.

Penulis: Anugrah Pandey