Proyek APBDes 2018 Baru Terealisasi, Pemdes Tondei Satu Dianggap Keliru

MANGUNINEWS.COM, Motoling Barat – Minggu (20/9), Pemerintah Desa (Pemdes) Tondei Satu, Kecamatan Motoling Barat, akhirnya memasang papan nama jalan di lorong-lorong. Proyek yang telah ditata dalam APBDes 2018 itu baru direalisasikan bulan September tahun 2020. Tindakan itu disaksikan oleh warga setempat dan dianggap keliru.

Warga Jaga Lima desa itu, Lody Sengkey yang turut menyaksikan tindakan Pemdes, angkat suara. Menurutnya, apa yang telah ditata dalam APBDes 2018, harus diselesaikan tahun itu juga.

“Kalu so ditata dalam APBDes tahun 2018, berarti harus selesai tahun 2018. Bukan mo diselesaikan tahun 2020,” ucap Sengkey saat diwawancarai via Messenger.

Hanly Mogogibung, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tondei Satu pun mempertanyakan kinerja Inspektorat Kabupaten Minahasa Selatan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) yang diketuai oleh saudara kandung Hukum Tua.

“Saya mempertanyakan kinerja Inspektorat dan Dinas PMD Minsel, kenapa ada proyek 2018 yang tidak dilaksanakan, tetapi Kades periode 2013-2019 justru dilantik lagi menjadi penjabat Hukum Tua sejak bulan Juni 2019 sampai sekarang,” ketusnya.

Ia membenarkan jika Pemdes baru merealisasikan apa yang telah ditata dalam APBDes 2018 dan telah dilaporkan dananya terpakai habis. Mogogibung mengira upaya yang dilakukan pemerintah setempat dikarenakan BPD telah melaporkan proyek tersebut ke pihak kepolisian yang sedang diproses oleh Polres Minsel.

“Di bulan September 2020 pemdes baru merealisasikan proyek yang harusnya sudah dilaksanakan dan diperiksa oleh Inspektorat di tahun 2018. Hal ini pun mungkin karena pemdes tau bahwa proyek tersebut masuk dalam salah satu proyek,” ujar Mogogibung.

“Yang sekarang ini sedang diproses oleh pihak Kepolisian Polres Minsel, terkait dengan laporan BPD tentang dugaan korupsi dana desa dan dugaan pemalsuan dokumen tahun anggaran 2018 dan 2019,” tulis Mogogibung via Messenger.

Diketahui, kegiatan dilakukan di sore hari sampai menjelang malam. Para petugas menggunakan kendaraan untuk mengangkut peralatan-peralatan untuk pemasangan papan nama jalan ini. (Ferlandi Wongkar)