Proyek Pamsimas 2019 Tondei Satu Kembali Dikerjakan Tahun 2020

341

MANGUNINEWS.COM, Motoling Barat – Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) kembali dikerjakan di Desa Tondei Satu, Kecamatan Motoling Barat. Diketahui, perkerjaan ini sudah dimulai tahun 2019. Hal itu memantik reaksi kritis Ketua BPD Tondei Satu, Hanli Mogogibung.

Ia merasa aneh ketika perkerjanaan baru dilanjutkan saat ini. Padahal masalah Pamsimas telah dilaporkan BPD di Inspektorat Minahasa Selatan (Minsel). Mogogibung juga mempertanyakan kepada pelaksana kegiatan tentang kejelasan suplayer di Pamsimas ini.

“Masalah Pamsimas sudah dilaporkan BPD tanggal 15 Mei di Inspektorat. Saat ini ketika ada pelaksaanaan kegiatan Pamsimas untuk kelanjutan kegiatan, mungkin ini adalah proses dari Inspektorat mendesak pelaksanaan Pamsimas untuk menyelesaikan pekerjaan. Walaupun dari keterangan bendahara, dana yang sempat ditarik oleh Koordinator KKM (kelompok keswadayaan masyarakat), Maikel Sumarauw, yang katanya untuk pembayaran HOK (harian orang kerja), sampai saat ini belum diterima oleh bendahara Pamsimas. Termasuk yang dilaporkan bendahara ke BPD, yaitu APBDes 2019 yang ditata anggaran ke Pamsimas tidak diserahkan di rekening Pamsimas dan ini yang menjadi hambatan dalam pekerjaan,” kata Mogogibung.

Menurutnya, yang menjadi pertanyaan, dalam LPJ 2019 itu sudah diselesaikan. Makanya telah keluar APBDes 2020. “Itu yang jadi pertanyaan kami bahwa saat ini pelaksanaan pekerjaan sudah mulai dikerjakan, namun sampai saat ini bendahara belum menerima dana-dana tersebut,” tuturnya.

“Dan ini perlu juga dipertanyakan di Inspektorat. Mudah-mudahan akan ditindak lanjuti lagi, termasuk ada pembayaran aset desa senilai 6 juta rupiah ke Hukum Tua (Kepala Desa, red) untuk pembayaran pipa yang merupakan aset di desa, di kegiatan Pamsimas ini. Dan kami sudah turun lokasi mengecek pipa tersebut, memang terpasang di jaringan air Pamsimas. Jadi Inspektorat juga perlu mengecek itu, termasuk harga pipa yang diduga dimarkup. Tambahan, yang menjadi suplayer di Pamsimas itu siapa? Harusanya pelaksana Pamsimas menyampaikan sebetulnya siapa yang menjadi suplayer penyedia barang dan jasa dari tahun 2019,” tandas Mogogibung.

Sementara, Ketua Satlak Like Sual menyampaikan, perkerjaan sanitasi sekolah  sudah dimulai minggu ini. Dikerjakan antara hari Rabu atau Kamis. Selain itu juga pekerjaan ini terhambat dikarenakan kurangnya tenaga.

“Ini so mulai ulang pekerjaan di minggu ini antara Kamis ato Rabu. Kalu mo iko sesuai dengan depe RAP, cuma 100 hari kerja mar depe kenyataan kan da lebe. Bahkan nanti bulan apa itu kong rampung, deri tu tenaga. Neh, itu ja terhambat kong kan kalu ada orang mati ato apa, mar kendala terbesar di kekurangan tenaga,” ucap Sual.

Berbeda pandangan ketika media ini meminta keterangan terkait proyek tahun 2019 lalu yang sampai hari ini yang belum rampung. Maikel Sumarauw, Kordinator KKM, ketika dikonfirmasi meminta supaya langsung konfirmasi di Pemkab Minsel.

“Kalu soal ini, langsung dikonfirmasi di Pemkab Minsel. Supaya nda bertentangan. Kita kan konfirmasi pa dorang, dorang bilang karena itu dana desa, lanjutkan dulu karena memang alasan memang diterima karena pandemi to. Memang ada batasan dari dorang dari mulai kerja cuma 60 hari. Ini kan so TGR. Jadi torang pe pekerjaan sisa sanitasi dengan tu pipa di seblah ini yang pa Kuntua (Hukum Tua). Itu kan pipa Pamsimas. Paling lat 60 hari sejak da mulai hari Rabu minggu ini. Kalu lewat 60 hari, so bukang TGR, so ranah laeng lagi,” jelas Sumarauw.

Bendahara Pamsimas, Frince Sondakh mengaku kaget karena pekerjaan sudah dijalankan padahal masalah Pamsimas Tondei Satu masih dalam proses pemeriksaan di Inspektorat Minsel, terkait laporan BPD Tondei Satu.

“Kita ta kage kiapa pekerjaan so mulai padahal ada masalah di Pamsimas. Karena waktu lalu Ibu Like so dipanggil. Sebenarnya deng kita da dapa pangge mar kebetulan ada halangan jadi nda ta pigi. Menurut Ibu Like, kita sebagai bendahara mo dapa pangge ya, makanya sampe skarang kita tunggu kong tu heran Maikel so pigi kong so suru ona reen beking. Itu yang kita bingo, ketua so bilang ada bahan di situ. Kita cek memang betul,” tutur Sondakh.

Di akhir penyampaian, Frince mengutarakan dana Rp 10 juta telah ditarik oleh Koordinator KKM dan diserahkan kepada Hukum Tua untuk pembayaran HOK. Dan diakui bendahara, saldo yang ada di rekening Pamsimas sekitaran Rp 300 ribuan.

“Awalnya, anggaran 10 juta yang dorang da tarik itu bilang HOK. Serta so mo ba bayar orang kerja, kita tanya ke Maikel, kalu kita so nda mo ba bayar orang kerja karena doi yang da tarek itu da bilang for HOK. Kong dia bilang so salah mangarti? Kita deng Like da tanya, ngana da bilang HOK kong ini ngana bilang mo sebaku tamba mo bli pipa. Torang kwa da beking catatan. Kong anggaran lei APBDes sekitaran 34 juta nda pernah diserahkan oleh pemdes. Padahal torang so minta-minta, bahkan pendamping Pamsimas pertama so sampaikan kalu itu dana kase transfer di rekening Pamsimas,” tutup Sondakh. (Tim MN)