PT IWIP Tutup Akses Keluar-Masuk Kawasan Perusahaan

92

Terkait penyebaran virus corona (Covid-19) yang sangat cepat di Indonesia, perusahan industri PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (PT IWIP) mengeluarkan memo lanjutan dari memo sebelumnya (surat edaran).

Memo ini berlaku untuk semua perusahaan kontraktor yang kerja sama dengan PT IWIP sebagai induk perusahaan.

“Untuk sementara, belum tahu sampai kapan akses keluar masuk di lokasi Proyek PT IWIP akan dibuka,” ungkap Maretsko A. Toboko, S.IP, MH, Manager HRD Proyek PT Integritas Perkasa Konstruksi, yang berada di Desa Lelilef, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, Senin (30/3).

Lebih lanjut Maretsko menjelaskan, orang-orang yang cuti pun belum diperbolehkan untuk masuk sampai waktu yang tidak ditentukan.

“Karena di proyek masih ada larangan untuk masuk bagi karyawan yang cuti,” kata Maretsko yang akrab disapa Ivan.

Dijelaskan, memo yang dikeluarkan pada tanggal 29 Maret 2020 kemarin, sebagai lanjutan dari memo sebelumnya. Ini juga bentuk kesepakatan manajemen PT IWIP dengan kebijakan pemerintah pusat, untuk mencegah Covid-19 pada karyawan di lokasi proyek.

Ivan berharap, semoga yang cuti selalu dalam lindungan Tuhan dan selalu jaga kesehatan, kebersihan.

“Selalu jaga kebersihan, kesehatan dan jangan lupa selalu berdoa,” harapnya.

Adapun isi dari memo yang beredar adalah sebagai berikut:
1. Menyikapi bahaya perkembangan penyebaran Covid19 yang sangat pesat akhir-akhir ini di Indonesia, maka Manajemen memutuskan untuk menutup akses masuk dan keluar di area Proyek Weda Bay sampai pada waktu yang akan di umumkan selanjutnya.

2. Karyawan asing dan karyawan Indonesia yang tinggal di dalam akomodasi perusahan, tidak diperkenankan keluar masuk area Proyek Weda Bay tanpa izin dari Vice President Direktur.

3. Karyawan yang tidak menetap di akomodasi perusahan yang ingin tetap bekerja diwajibkan untuk sementara waktu tinggal di akomodasi perusahan dan tidak diperkenankan kembali ke rumah selama masa bencana Covid-19 berlangsung. Bagi karyawan yang dengan sengaja pulang ke rumah maka tidak diperkenankan kembali masuk bekerja di area Proyek Weda Bay, dan ketidakhadiran karyawan tersebut dianggap cuti yang tidak dibayar (UP). Bagi karyawan yang tidak berkenan tinggal di akomodasi perusahan dapat mengambil cuti yang tidak dibayar (UP) sampai ada pengumuman selanjutnya.

4. Perusahan akan melakukan pendataan terhadap karyawan yang saat ini masih bekerja dan bersedia tinggal di akomodasi perusahan. Setiap karyawan melapor ke admin departemen masing-masing untuk mengisi dan menandatangani formulir kesediaan tinggal di akomodasi perusahan, selama masa ini berlangsung (sementara). Untuk itu perusahan tidak akan memungut biaya akomodasi kepada karyawan. Bila mana keadaan ini kembali normal maka karyawan kembali ke rumah masing-masing. Bagi karyawan yang sengaja tidak meninggalkan akomodasi perusahan, akan dikenakan biaya akomodasi Rp. 50.000/hari.

5. Saat ini perusahan sedang bekerja sama dengan pemerintah daerah, Kecamatan Weda Tengah, untuk memutuskan wilayah akses pemutusan keluar masuk oleh karena itu perusahan membagi proses ini menjadi dua (2) tahap, dengan pengaturan sebagai berikut:
a. Pendataan Karyawan yang KTP nya berasal dari Halmahera Tengah (tidak termasuk Lelilef Woebulan, Lelilef Sawai dan Gemaf), Halmahera Timur, Halmahera Barat (tidak termasuk pulau Bacan dan Obi) dan Halmahera Utara dengan pengaturan jadwal di bawah ini:

b. Karyawan yang KTPnya berasal atau yang tempat tinggalnya di Desa Lelilef Woebulan, Lelilef Sawai dan Gemaf, perusahan belum melakukan penutupan akses keluar masuk sementara ini. Bilamana Pemerintah Kecamatan Weda Tengah tidak menutup akses keluar masuk maka Karyawan yang berKTP dari Desa tersebut bagi yang ingin bekerja, diwajibkan. (Tim Man)