Pulang Kampung, Pemuda Jebolan UI Hadirkan Three-G Cafe di Tomohon

MANGUNINEWS.COM, Tomohon – Di masa pandemi Covid-19, tidak membuat semangat para pengusaha muda di kota Tomohon pudar. Salah satunya ditunjukan oleh Gerald Wenur dengan usahanya mendirikan cafe yang barnama Three-G Café.

Gerald Wenur yang menimba ilmu di salah satu universitas terkemuka di Indonesia (Universitas Indonesia,red) ini, sedari dulu memang mengimpikan usaha ini.

Maka dari itu, sepulangnya di kampung halaman, Gerald berkomitmen mewujudkan impiannya itu.

Saat diwawancari secara ekslusif oleh wartawan Manguni News, ia mengungkapkan mengapa memilih usaha ini.

“Dulunya memang cuma suka-suka dan hobi membuat makanan sendiri, dan alasan masuk di dunia kuliner mungkin suka makan. Dan untuk belajar, biasanya lewat youtube,” ujarnya disertai tawa tapi serius.

Gerald mengatakan, awalnya café ini akan dibuka pada awal tahun.

“Tapi karena ada beberapa kendala lalu akhirnya pandemi Covid-19, maka dari itu ditunda,” tuturnya.

Ketika ditanyai seperti apa konsep dari café ini, ia mengungkapkan lebih ke menu makanannya. Ia pun yakin bahwa di Sulawesi Utara tidak ada menu seperti di cafenya.

Cafe yang terletak tepatnya di Jalan Kolongan, Kelurahan Kamasi, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon ini menyediakan berbagai menu makanan yang bervariasi.

“Ada beberapa makanan yang kita tawarkan seperti spageti bakar, kentang bakar, ayam penyet sambal mata, bahkan kita juga menawarkan bakso yang dikombinasikan dengan konro, dan menu-menu lainnya,” jelas Gerald.

Menurutnya, memilih menu ini karena ada sesuatu yang baru dan ia melihat menurut riset, orang pasti mencari yang lebih bervariasi.

Ia menambahkan, kedepannya akan dibuka juga barbershop.

“Sebenarnya ini kan dengan barbershop nantinya. Barbershop itu adalah mimpi saya. Tapi untuk sekarang kita jalan satu dulu, karena mengingat keadaan. Jadi nantinya bisa menunggu sambil makan,” tambah Gerald.

Meskipun begitu, dirinya mengakui tetap ada tantangan-tantangan yang ia hadapi.

“Pertama adalah soal percaya diri dan finansial. Itu parah sih depe tantangan. Ada uang pun tanpa ada perencanaan yang bagus, tidak bisa maksimal,” ungkapnya.

Gerald menilai memang anak muda idealisnya tinggi, tapi menurutnya harus fleksibel. “Konsepnya harus disesuaikan dengan budget dan pasar,” tukasnya.

Tak lupa dia pun mengajak teman-teman pemuda untuk tidak malas dalam bergerak, dan kuncinya apapun pekerjaan itu adalah tekun.

“Tidak perlu malu, karena yang menjalani itu Anda bukan orang lain. Percaya diri dan kerja baik-baik. Minta support dengan lingkungan sekitar, dan tentunya berdoa. Itu sih paling manjur,” tandas Gerald.

(Anugrah Pandey)