Rumah Belajar, Inovasi Pembelajaran di Era Industri 4.0

MANGUNINEWS.COM, Jakarta – Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di abad ke-21 atau abad teknologi ini mendorong terjadinya perubahan dalam peran pendidik terhadap peserta didik. Pendidik menghadapi tantangan baru dalam melaksanakan kegiatan belajar-mengajar. Hal ini diungkapkan Hartini Ngadiorejo, Sahabat Rumah Belajar (SRB) Tahun 2020.

Menurutnya, kunci sukses pendidik dalam menghadapi tantangan pendidikan ini yaitu pendidikan dengan proses pembelajaran yang interdisiplin dan holistik; mampu menyelesaikan dan beradaptasi dengan berbagai permasalahan; proses belajar mengajar yang berpusat pada peserta didik, partisipatif, dan interaktif; berbasis penelitian dan berorientasi kerja; serta koheren, progresif, dan bercermin pada lingkungan yang bisa dicapai dengan melakukan pembelajaran berbasis TIK.

“Pembelajaran berbasis TIK adalah kegiatan atau proses pembelajaran yang sebagian atau seluruhnya dilaksanakan dengan memanfaatkan atau mengintegrasikan TIK dalam pembelajaran. Proses pembelajaran ini dapat dijalankan apabila pendidik mempunyai kompetensi TIK dan dapat memanfaatkan TIK sebagai sarana pembelajaran,” ujarnya.

Dijelaskan, tidak hanya pendidik, peserta didik pada abad ke-21 ini diharapkan dapat memiliki keterampilan memanfaatkan TIK dalam pembelajaran. Maka dari itu, untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut, dibuatlah dan dikembangkanlah Portal Rumah Belajar sebagai sarana pembelajaran berbasis TIK.

“Portal Rumah Belajar merupakan portal pembelajaran resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan alamat url http://belajar.kemdikbud.go.id. Portal Rumah Belajar menyediakan berbagai macam fitur yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran di sekolah,” jelasnya.

Hartini memaparkan, fitur utama Rumah Belajar antara lain: Sumber Belajar; Buku Sekolah Elektronik (BSE); Bank Soal; Laboratorium Maya; Peta Budaya; Wahana Jelajah Angkasa; Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan; dan Kelas Maya.

“Selain fitur utama, ada pula beberapa fitur pendukung, yaitu: Karya Komunitas; Karya Pendidik; dan Karya Bahasa dan Sastra. Konten-konten dan media pembelajaran yang tersedia di Rumah Belajar ini  dapat dimanfaatkan oleh pendidik, peserta didik, dan masyarakat dalam belajar,” tuturnya.

Hartini menegaskan, Rumah Belajar hadir sebagai bentuk inovasi pembelajaran di era industri 4.0 yang dapat dimanfaatkan oleh siswa dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) sederajat.

“Dengan menggunakan Rumah Belajar, kita dapat belajar di mana saja, kapan saja dengan siapa saja. Seluruh konten yang ada di Rumah Belajar dapat diakses dan dimanfaatkan secara gratis. Mari kita manfaatkan portal Rumah Belajar dalam proses belajar dan mengajar. Merdeka belajarnya, Rumah Belajar portalnya, maju Indonesia ,” tandas Hartini. (Kelly Korengkeng)