Rumah Udang Eksis di Tengah Pandemi, Kaleb Buka Rahasia Usaha

165

MANGUNINEWS.COM, Manado – Pandemi Covid-19 berhasil memukul ekonomi Indonesia. Di situasi ini, banyak usaha yang tutup sementara waktu atau bahkan gulung tikar.

Namun tak begitu dengan kisah yang dialami Kaleb Tundugi. Pelaku usaha yang satu ini masih survive dalam masa-masa sulit kini.

‘Rumah Udang’ di Jalan Sea, Lingkungan 5, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, miliknya masih tetap eksis. Usaha yang mulai berdiri sejak tahun 2018 itu tetap beroperasi.

Sejak pertama kali dibuka, pria 34 tahun itu telah memberanikan diri menjadi supplier udang putih di Manado.

“Awal mula merintis usaha ini, saya mendapat motivasi dari saudara yang juga merupakan tempat di mana saya mengambil udang-udang ini untuk dijual di beberapa swalayan dan rumah makan di Manado,” kata Kaleb.

Ia juga menjelaskan, usaha ini dirintis karena melihat dari survei yang dilakukan, ternyata permintaan di dalam Kota Manado sendiri sudah cukup banyak.

“Kami juga sudah memasok di beberapa daerah di luar Kota Manado. Dan rencananya akan dikirim juga ke luar pulau” ungkap Kaleb.

Di era globalisasi dan kemajuan teknologi sekarang ini, sebagai supplier yang memiliki banyak permintaan, ‘Rumah Udang’ tetap mengikuti perkembangan zaman. Tempat usaha ini sudah memiliki aplikasi khusus ‘Rumah Udang’.

“Di play store sudah ada aplikasi kita. Itu dibuat agar para pelanggan atau pun yang mau tau tentang Rumah Udang, lebih dimudahkan. Di situ juga bisa langsung memesan,” terang Kaleb.

Sama dengan pelaku usaha yang lain, ‘Rumah Udang’ diakui ikut terdampak dengan adanya pandemi Covid-19. Namun begitu, Kaleb tetap survive dan terus memasok udang-udang itu di beberapa swalayan dan rumah makan yang masih buka.

Kaleb tentu memiliki kiat tersendiri dalam menjalankan usahanya agar tetap bertahan. Ia mengungkapkan, gigih dan tak pantang menyerah merupakan beberapa hal yang harus dimiliki para pelaku usaha sekarang ini.

Usaha ‘Rumah Udang’ sendiri ternyata bukan hanya difokuskan pada pasokan udang saja. Kaleb menjelaskan, kini ia telah menyiapkan produksi khusus lobster air tawar dan ikan sidat.

“Sesuai namanya, Rumah Udang sendiri akan mencoba untuk memproduksi beberapa komoditi lainnya berupa lobster air tawar dan ikan sidat. Di sini akan dibangun tempat budidayanya,” tutur kaleb.

Nantinya budidaya lobster air tawar ini sebagai pilot project. Ketika budidaya ini sudah mulai berkembang, akan dibuka kemitraan dengan masyarakat Sulawesi Utara yang mau belajar. Mereka akan mendampingi langsung masyarakat yang mau membudidayakan lobster air tawar.

Kaleb menegaskan, dalam situasi pandemi Covid-19 ini, ‘Rumah Udang’ tetap mengutamakan kualitas komoditi yang dipasarkan. Protokol Covid-19 selalu dipatuhi. Ketika bekerja dan melakukan distribusi, mereka tetap memakai masker, cuci tangan dan sarung tangan. (Vandy Tular)