Rumengkor Dua Geser DD Rp 181 Juta Untuk BLT

MANGUNINEWS.COM, Tombulu – Menindaklanjuti Perubahan Peraturan Menteri Desa (Mendes) dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi PDTT No. 6 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa (DD). Pemerinta Desa (Pemdes) Rumengkor Dua, Kecamatan Tombulu, menggelar musyawarah desa (Musdes).

Diketahui, dalam aturan tersebut dijelaskan, DD kurang dari Rp800 juta akan dialokasikan ke Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) maksimal 25 persen dari jumlah DD tahun anggaran 2020, serta dilakukan verifikasi bagi penerima bantuan sosial (Bansos) langsung dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos-RI) dan penerima BLT-DD.

Pemdes Rumengkor Dua, dipastikan mengalokasikan 25 persen dana BLT untuk warga yang terdampak pandemi Covid-19.

Kepala Desa Rumengkor Dua, Djoni Mingga menjelaskan, alokasi 25 persen dana desa bagi BLT itu dari jumlah DD Rp. 724.690.000.

“Dana Desa Rumengkor Dua sebesar 724 juta rupiah sekian, dialokasikan 25 persen untuk BLT dengan perincian, 724.690.000 rupiah di kali 25 persen, dapat 181 juta rupiah pas. Rp.181 juta dibagi 3, dia dapat 60.333.000 rupiah. Artinya ini bagaikan 100 KK pe jatah,” jelas Mingga.

Lanjut Mingga, ditetapkan juga dalam Musdes), Rabu (21/4) kemarin, penerima BLT-DD diputuskan pula 100 KK. Jika tidak capai 100, sisa dana itu akan dialihkan ke bansos lainnya.

“Ketika tidak capai 100 dan masih ada sisa dana, torang alihkan ke bantuan lain. Kan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa, red),” ujar Mingga.

Dijelaskan juga, penetapan penerima dilakukan dalam Musdes, dihadiri tokoh masyarakat, Badan Permusyawaran Desa (BPD) dan Pendamping Desa Kecamatan Tombulu.

Maksud Musdes, untuk melakukan verifikasi calon penerima yang didata oleh perangkat desa, yang ditugaskan kepada setiap Kepala Lingkungan (Pala) guna mendapatkan mereka yang layak dibantu.

“Torang, supaya betul-betul yang diverifikasi. Itu betul-betul masyarakat yang wajar mo dapa bantuan. Jadi dibuatnya Musdes ini, supaya tidak ada gesekan lagi terhadap masyarakat ketika keluar nama-nama ini,” ujar Mingga.

“Kalu cuma berdasarkan data kepala-kepala lingkungan, jaga, kadang ada unsur basudara, batamang, padahal ekonomi so mapan, so ada oto. Makanya diadakan Musdes. Verifikasi ini supaya betul-betul tepat sasaran itu bantuan,” terangnya.

Ditambahkan, “Untuk penerima dari Kemensos, dari 88 calon penerima, yang tergantikan ada 12. Dalam arti yang terganti ini yang tidak sesuai aturan. Jadi dia perangkat desa, ekonomi so mampu, so punya mobil, torang ganti itu,” tutup Mingga.

Diketahui, setiap penerima nantinya akan mendapatkan BLT sebesar Rp 600 ribu setiap bulannya, selama tiga bulan berturut-turut. Dana diberikan bertahap, dalam sebulan ada 3 kali disalurkan. Awal bulan, pertengahan dan akhir bulan. Jadi, untuk 3 bulan ada 9 kali disalurkan. Dana, setiap disalurkan sebesar 200.000 rupiah. (Tim Man)