Samsat Sediakan Keringanan untuk Balik Nama Kendaraan

MANGUNINEWS.COM, Tondano – Samsat Minahasa gencar mengenjot kualitas pelayanan wajib pajak Kendaraan, bukan hanya sikap namun juga lewat pengecekan data penunggak wajib pajak dengan cara Si Samsat Smart (3S), melalui 3S ini pihak samsat akan turun ke rumah masing masing pemilik dengan membagi tim per wilayah sesuai data dari pemilik kendaran meskipun kendaraan sudah tidak lagi ditangan pemilik, yakni mengambil surat pernyataan penunggak untuk ditindak lanjuti.

Kepala Bapenda Provinsi Sulut Olvie Ateng melalui Kepala UPTD Minahasa Samsat Tondano Christian Mingkid mengungkapkan, Penerapan 3S tentunya akan menjadi efesiensi pendataan penunggak yang signinifikan.

“Memang untuk sementara proses kami masih pending mengingat dihadapkannya pandemi Covid-19, namun yang pasti dalam waktu dekat, rencananya kami akan hunting ke wilayah agar pelayanan lebih efesien, apabila ditemui penunggak bermasalah maka akan dibuat pernyataan serta diberikan Imbauan,” ucap mingkid di ruangannya, akhir pekan lalu.

Dijelaskan mingkid, sebelumya Bapenda Provinsi telah mengeluarkan kebijakan meringankan beban masyarakat dengan memberikan stimulus pengurangan nilai pokok Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan pembebasan denda, serta Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), di masa Pandemi Covid-19, terhitung mulai 01 Juli hingga 31 Agustus 2020.

Keringanan pajak pada Biaya Balik nama tahun 2015 kebawah diberi keringanan pelunasan 100 % namun untuk 2016 dan 2017 hanya 50 %, Kebijakan ini telah diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 33 yang dikeluarkan Pemprov Sulut melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Prov. Sulut, dengan besar pemberian keringanan tunggakan pokok PKB tahun kedua dan seterusnya

“Detailnya, Ada pemberian potongan mulai dari 50% hingga 100%, denda keterlambatan PKB diberikan pembebasan 100%, dan BBNKB diberikan potongan 50% untuk tahun pembuatan 5 Tahun terakhir, dan potongan 100% diatas tahun pembuatan 5 tahun terakhir,” ungkap Mingkid.

Sementara Penunggak pajak dari januari hingga agustus ini lanjutnya, kurang lebih 10.000 yang masih menunggak sudah termasuk kendaraan yang telaj dijual, rusak, ditarik dealer, pindah alamat, atau hilang dan lain sebagainya.

“Nah dengan 3S ini tentu dapat meminimalisir jumlah wajib pajak kendaraan yang masih menunggak,” jelasnya.

Diketahui data Samsat Khusus Kabupaten Minahasa pada penambahan Kendaran selama pandemi Covid-19 baik jenis mobil maupun sepeda motor mengalami penurunan drastis.

Sebelum dihadapkan pandemi Covid-19, penambahan kendaraan per hari rata-rata hanya bisa mencapai seratusan unit perbulan, padahal biasanya perhari penambahan kendaran sekitar 60-an unit dengan kalkulasi 200-san per bulan. (Kharisma)