Sehan Landjar: Perencanaan Sejumlah Ruas Jalan Amburadul

Sehan Landjar

MANGUNINEWS.COM, Tutuyan – Sebuah informasi menarik dikuak Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Landjar. Secara tegas ia menyoroti beberapa program pembangunan ruas jalan di lingkungan Pemda Boltim, baik yang sudah dikerjakan tahun-tahun sebelumnya dan yang akan dilaksanakan pada tahun ini.

Menurut Bupati, perencanaan beberapa ruas jalan sangat amburadul karena tidak melihat dampak pertumbuhan ekonomi. Semestinya menurut Eang, sapaan akrabnya, ketika memulai perencanaan pembangunan ruas jalan, harus melihat apakah jalan yang direncanakan itu mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi atau tidak.

Bila tidak, maka semestinya melihat mana ruas jalan yang harus menjadi skala prioritas, sehingga yang akan dibangun dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Seperti ruas jalan yang menghubungkan antara Desa Buyat dan Bukaka. Karena selain jalur tersebut sebagai jalan penghubung antar desa, akses itu juga adalah jalan perekonomian masyarakat yang saat ini kondisinya sudah mengalami kerusakan yang sangat berat.

Dari fakta yang ada, menurut Bupati Sehan, ada beberapa ruas jalan yang sudah dibangun dengan anggaran puluan miliar rupiah tetapi tidak mempunyai dampak terhadap pertumbuhan ekonomi. Selain itu, menurutnya ada sejumlah ruas jalan yang sudah dibangun namun tidak ada tembusannya.

Diakui, fakta itu sangat disesalkan. Ia memberikan contoh, jalan dua jalur Tutuyan menuju pantai, ruas jalan Tuyuyan-perkebunan PT. Ronomut, jalan Tombolikat menuju pantai dan ruas jalan Togid menuju pantai. Bila diakumulasi, anggaran yang terserap dalam pembangunan sejumlah ruas jalan itu nilainya mencapai kurang lebih Rp. 35 miliar.

Menyikapi hal itu, pengamat pembangunan yang juga Ketua Laskar Anti Korupsi (Laki) Cabang Boltim, Ismail Mokodompit mengatakan, jika apa yang disampaikan Bupati Sehan itu benar, maka sudah semestinya Bupati mengambil sikap tegas dan tidak perlu marah-marah kepada instansi teknis terkait.

Dikhawatirkan, bila Bupati tidak segera mengambil sikap tegas, maka dipastikan program Bupati Sehan Landjar sebagaimana yang tertuang dalam visi dan misi, bakal kandas di tangan pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

“Jangan sampai visi dan misi bupati kandas di tangan SKPD terkait,” kata Mokodompit.

Ia menjelaskan, seingat dia kondisi seperti ini pernah disorot salah satu media beberapa tahun yang lalu. “Penulis yang juga salah satu jurnalis senior Boltim, dalam judul tulisannya ‘Bupati Sehan Landjar Sukses dalam Visi dan Misi, Namun Gagal Dalam Perencanaan dan Pengawasan’, mengulas tentang persoalan ini. Ini sangat berkaitan erat dengan apa yang terjadi saat sekarang terkait dengan adanya perencanaan instansi teknis yang menurut Bupati Sehan Landjar sangat amburadul atau tidak sesuai dengan harapannya, sebagaimana yang telah tertuang dalam visi dan misi,” ungkap Mokodompit. (Pusran Beeg)