Sejumlah Paket Proyek Berhasil Dilelang, Laki Boltim Minta Diawasi

Haris Sumanta

MANGUNINEWS.COM, Tutuyan – Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa, di bawah pimpinan Haris Samanta berhasil melaksanakan pelelangan beberapa paket proyek.

Proyek-proyek tersebut di antaranya, pemeliharaan berkala jalan Mooat-Motongkad dengan nilai Rp. 9 miliar yang dimenangkan oleh C.V. Tauliang Jaya, paket proyek pembangunan ruas jalan Desa Togid dengan nilai Rp. 2,9 miliar yang dimenangkan oleh CV. Tauliang Jaya, paket proyek pembangunan ruas jalan Tombolikat Selatan-Pantai dengan nilai Rp. 8 miliar yang dimenangkan oleh C.V. Berkat Anugrah Bersama. Salah satu paket proyek kini masih dalam tahapan masa sanggah yaitu paket proyek lanjutan pembangunan kantor Sintap dengan nilai Rp. 1,4 miliar.

Kepada media ini, Ketua ULP Haris Sumanta menjelaskan , untuk beberapa paket proyek ruas jalan tersebut sudah berhasil dilelang dan sudah ada pemenangnya.

“Sementara untuk paket proyek lanjutan pembangunan kantor Sintap, masih dalam tahapan masa sanggah,” jelas Haris yang akrab disapa Bung Ai.

Menyikapi adanya rencana pelaksanaan pekerjaan beberapa ruas jalan tersebut, seperti rencana pekerjaan jalan Mooat-Motongkad dengan nilai kontrak Rp. 9 miliar yang dimenangkan oleh C.V. Tauliang Jaya, salah satu tokoh masyarakat yang juga Ketua Laskar Anti Korupsi (Laki) Cabang Bolaang Mongondow Timur, Ismail Mokodompit angkat bicara.

Ia meminta kepada semua pihak, baik itu Pemda Boltim, secara khusus instansi tekhnis terkait dan semua elemen masyarakat, agar dapat melakukan pengawasan jika paket proyek tersebut sudah mulai dikerjakan. Terutama pengawasan mutu dan kualitas pekerjaan.

“Jika pihak pemenang sudah mulai melaksanakan pekerjaan, diminta kepada instansi teknis terkait dan semua elemen masyarakat agar dapat melakukan pengawasan, terutama menyangkut kualitas pekerjaan,” tegas Mokodompit.

Selain itu, diharapkan kepada perusahaan pemenang tender agar dalam pelaksanaan pekerjaan nanti dapat mengedepankan mutu dan kualitas pekerjaan.

Hal ini menurut Mokodompit, perlu disampaikan karena bila menoleh ke belakang, sejak dimekarkannya wilayah Boltim menjadi salah satu daerah otonom, pembangunan ruas jalan Mooat-Motongkad tersebut sudah menyedot banyak dana. Sejak dari masa Penjabat Bupati Kandoli Mokodongan sampai saat ini, telah menghabiskan anggaran kurang lebih Rp. 80-an miliar, tetapi mutu dan kualitasnya sangat disayangkan. Sehingga beberapa tahun sebelumnya lahirlah program tambal sulam pada ruas jalan tersebut.

“Ini perlu disampaikan, agar siapapun yang akan melaksanakan pekerjaan pada ruas jalan yang ada, dapat mengedepankan mutu dan kualitas pekerjaan. Karena selaku masyarakat juga tentunya kami sangat mendukung atas adanya program pemiliharaan berkala ruas jalan Mooat-Motongkad. Karena ruas jalan tersebut adalah ruas jalan alternatif yang menghubungkan antar desa maupun Kabupaten-Kota,” ucap Mokodompit.

Sekedar diketahui, ruas jalan dan jembatan yang menghubungkan Mooat-Motongkad tersebut dibuka oleh Pemerintah Bolmong sebelum adanya pemekaran Bolaang Mongondow Timur dengan anggaran kurang lebih Rp. 4,3 miliar. (Pusran Beeg)