Seriusi Kekerasan Perempuan dan Anak, GMKI Tomohon Hadirkan Lembaga Pengaduan Digital

97

Diskusi Publik Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Tomohon yang bertajuk “Penghapusan Kekerasan Pada Perempuan Dan Anak”, Sabtu (15/3), di Pendopo Universitas Kristen Indonesia Tomohon, langsung ditindaklanjuti.

Ketua GMKI Cabang Tomohon periode 2018-2020, Steve Tarore saat ditemui setelah diskusi mengatakan, GMKI Tomohon sudah berkomitmen bersama para peserta diskusi kedepannya akan membuat suatu wadah, untuk mencegah terjadinya kekerasan perempuan dan anak di Kota Tomohon.

“Sebagai output dari kegiatan ini, kedepannya kami GMKI Cabang Tomohon bersama para peserta diskusi dalam komitmen bersama, akan membentuk advokasi kekerasan perempuan dan anak di Kota Tomohon,” ujarnya.

Tambahnya, GMKI Tomohon akan membuat website dan media sosial khsusus, untuk memudahkan dan mempercepat masyarakat melapor jika terjadi tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Di era 4.0 ini, dengan adanya website dan media sosial khusus, masyarakat Kota Tomohon dapat dengan cepat melapor jika terjadi suatu tindakan kekerasan kepada perempuan dan anak, Jadi semua orang bisa melakukan pengaduan lewat media sosial, tapi bisa juga lewat sms dan telepon,” ungkapnya.

Tarore berharap, pemerintah Kota Tomohon dapat mensuport lembaga hasil bentukan GMKI Tomohon ini.

Sementara salah satu peserta diskusi Devona Tangel, mewakili Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Cabang Tomohon mengaku bersyukur dengan ouput dari diskusi, dan akan terus mensuport dalam pengembangan lembaga ini.

“Tentunya kami bersyukur dengan inisiasi yang telah dilakukan GMKI Tomohon dalam pencegahan terjadinya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Tomohon, dan akan terus menunjang segala program untuk pengembangan lembaga ini kedepannya,” tutupnya. (Tim Man)