Siapa Sebenarnya Amad Diallo, Winger Baru Manchester United

MANGUNINEWS.COM, Jakarta – Beberapa jam yang lalu, Manchester United membuat pengumuman penting. Mereka mengumumkan bahwa Amad Diallo resmi menjadi bagian dari skuat mereka.

Transfer Diallo sebenarnya sudah bermula sejak musim panas kemarin. Di deadline day bursa transfer musim panas, Setan Merah mengumumkan bahwa mereka sudah mencapai kesepakatan dengan Atalanta untuk transfer pemuda berusia 18 tahun tersebut.

Transfer Diallo ini memang mengundang banyak perhatian. Manchester United harus membayar sekitar 40 juta Euro untuk mendatangkannya ke Old Trafford, di mana Setan Merah tidak akan membayar mahar setinggi itu untuk anak berusia 18 tahun jika ia tidak memiliki bakat istimewa.

Sebelum MU memfinalisasikan transfer ini, pihak Atalanta sempat ingin ‘menahan’ Diallo hingga akhir musim nanti. Kendati pada akhirnya sang pemain dan Manchester United menghendaki ia untuk segera bergabung ke Old Trafford.

Nah bagi kalian yang penasaran dengan bintang muda ini, berikut Bola.net sajikan ulasan mengenai bintang baru Setan Merah itu di bawah ini.

Berlian asal Pantai Gading

Amad Diallo Traore atau yang dikenal sebagai Amad Diallo merupakan pemain kelahiran Pantai Gading, tepatnya di Abidjan, 11 Juli 2022.

Ia mulai menarik perhatian para pencari bakat setelah ia dan keluarganya pindah ke Italia, tepatnya di area Emilia-Romagna saat ia kira-kira berusia 10 tahun. Di situ ia bergabung dengan klub amatir Boca Barco.

Di Boca Barco, ia langsung tampil menonjol. Sehingga sejumlah tim-tim besar seperti Juventus, AC Milan, dan Inter Milan mengirimkan pemandu bakat dan mengamatinya secara konsisten.

Bakat besar Diallo ini langsung menarik perhatian para pemandu bakat ini seperti yang diutarakan Enzo Guerri, Presiden Boca Barco.

“Ketika Diallo mengontrol bola dengan dada saat pertandingan berjalan lima menit, pemandu bakat Roma langsung pergi.”

“Saya lalu bertanya, mengapa ia pergi, lalu ia menjawab ‘Hanya seorang pemain yang berpotensi menjadi pemain hebat yang bisa melakukan itu [kontrol dada] di usia 12 tahun,” ujarnya kepada Transfermarkt.

La Dea dan Awal Kebangkitan Diallo

Menurut penuturan Guerri, klub-klub besar Italia pada saat itu menawarkan Diallo untuk melakukan trial. Ia menerima ajakan trial dari klub-klub tersebut, namun ia memantapkan hati untuk bergabung dengan Atalanta di usia 13 tahun.

Salah satu fakta menarik Diallo adalah ia tidak pernah bermain di kategori umurnya di Atalanta. Sejak ia bergabung dengan tim muda La Dea, ia selalu bermain di kelompok umur yang berada di atas usianya.

Bahkan pada usia 16 tahun, ia sudah berlatih di tim utama Atalanta sebelum akhirnya mencatatkan debut senior di 17 tahun dan 109 hari.

The Next Messi

Bermain di tim utama Atalanta sejak usia yang masih belia menunjukkan bahwa Diallo bukan pemain sembarangan. Hal ini dikonfirmasi oleh salah satu rekan setimnya, Alejandro Gomez.

Gomez secara terbuka mengatakan bahwa Diallo merupakan bakat yang istimewa dan ia menyebut Diallo bakal sejago Messi di masa depan.

“Di tim utama kami, ada banyak bek kami yang terkadang tidak bisa menghentikan dia. Untuk menghentikan dia berlari membawa bola, kami harus menendangnya terlebih dahulu. Dia bermain seperti Messi.” ujar penyerang asal Argentina itu.

Posisi dan Gaya Bermain

Wajar ketika Alejandro Gomez menyamakan Diallo dengan Messi. Karena sang pemuda memang memiliki posisi yang mirip dengan pemain terbaik dunia itu.

Diallo banyak bermain di sisi kanan lini serang Atalanta. Namun sang pemuda adalah penyerang yang cukup versatile, di mana ia bisa digeser di beberapa poisi di pos ujung tombak.

Yang membuat ia disamakan dengan Messi bukan hanya karena posisi dan juga postur tubuhnya yang cukup kecil. Melainkan karena gaya berlarinya.

Ia dikenal sebagai winger yang punya kecepatan yang tinggi. Seperti kesaksian Gomez, Diallo sangat sulit untuk dihentikan ketika menggiring bola, karena ia memiliki keseimbangan yang sangat bagus. Inilah aspek yang membuatnya disamakan dengan Messi.

Masa Depan Cerah

Banyak pakar yang memprediksi bahwa Diallo bakal menjadi bintang besar di masa depan.

Ini terbukti dari masuknya ia ke daftar ‘UEFA 50 for Future’. Di daftar ini, UEFA memilih 50 pemain dari usia 16-21 yang wajib dilihat di tahun 2021.

Ia juga memecahkan rekor di Italia, di mana ia menjadi pemain kelahiran 2002 pertama yang mencetak gol di Serie A.

Solusi Winger Kanan MU?

Pertanyaan yang muncul saat ini adalah bagaimana peran Diallo di skuat MU saat ini?

Menurut beberapa rumor yang beredar, Diallo kemungkinan besar tidak akan masuk ke tim junior MU. Ia langsung diproyeksikan masuk ke tim utama MU.

Jika itu benar, maka MU akan menyudahi perburuan mereka terhadap pemain-pemain macam Jadon Sancho. Namun Gabriel Marcotti menilai Diallo masih butuh waktu di MU.

“Apakah kedatangan Diallo berarti United tidak mengejar lagi Jadon Sancho? Saya rasa tidak demikian. Sancho adalah pemain bintang yang sudah teruji dan mulai memasuki puncak karirnya.”

“Diallo adalah talenta muda yang sangat bagus, namun ia masih minim jam bermain di level senior. Saya rasa ia belum bisa memberikan dampak seperti Jadon Sancho.” ia menuturkan.

Tidak akan Buru-Buru

Pakar transfer Eropa, Gabriel Marcotti menilai bahwa Diallo kemungkinan besar masih minim diberikan kesempatan di tim utama karena ia masih butuh adaptasi.

“Dia [Diallo] adalah winger yang sangat percaya diri. Di sisi lain, ia masih sangat muda dan bakatnya masih sangat mentah.”

“Di United, Diallo tidak langsung menjadi starter. Mereka akan memberikan waktu sekitar enam sampai 12 bulan untuk beradaptasi. Jika ia bisa langsung nyetel, maka itu bagus, namun mereka tidak akan tergesa-gesa dengannya.”

Marcotti juga mengklaim bahwa karena Diallo masih mentah, MU bakal terus berburu winger kanan teruji sembari menunggu Diallo matang.

Hal ini juga dikonfirmasi oleh sang manajer, Ole Gunnar Solskjaer. Ia menilai sang winger akan butuh waktu untuk beradaptasi dengan sepakbola Inggris sebelum ia menunjukkan taringnya.

“Saya sangat senang bisa mendatangkannya ke sini. Ia sudah menunjukkan betapa berkualitasnya ia sebagai seorang pemain.”

“Namun dia harus belajar bahwa gaya bermain di Inggris sangat berbeda, jadi kami akan memberikannya waktu untuk berkembang.” ia menandaskan. (bola.net)