Sosialisasi 23 September, Peran Media dan Badan Adhoc Sangat Penting

MANGUNINEWS.COM, Manado – Gerak masif untuk mensosialisasikan ke publik bumi nyiur melambai soal hari pemungutan suara pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020, terus digenjot Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Hal itu diungkapkan Kadiv Sosialisasi, Partisipasi Masyarakat (Parmas) dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU Sulut, Salman Saelangi saat menyampaikan materi pada penyuluhan produk hukum dalam penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut 2020, di Four Points Hotel, Manado, Kamis (26/2).

Di awal materi, Salman memberikan apresiasi kepada media massa yang sangat membantu proses sosialisasi.

“Sejauh ini, kami dapat melihat peran media massa sangat penting dalam mensosialisasikan ke publik tentang hari pemungutan suara pada tanggal 23 September nanti,” aku Salman.

KPU berharap, pada Pilkada 2020 ini bisa mencatat rekor terbaik hingga 100 persen tingkat ketahuan masyarakat terhadap hari pemungutan suara.

“KPU juga mengukur sampai sejauh mana masyarakat mengetahui hari pemungutan suara itu ada di 23 September 2020. Barangkali kita bisa mencatatkan rekor yang sama seperti Pemilu 2019 lalu, bahwa masyarakat tahu hari pemungutan suara itu sampai 99,3 persen.
Kita berkeinginan, Pilkada 2020 ini masyarakat Sulut 100 persen tahu hari pemungutan suara itu tanggal 23 September,” ujarnya.

Ujung tombak penyelenggara Pilkada Sulut 2020 juga ada pada badan adhoc. Salman menegaskan, kerja keras Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), termasuk panitia pemutakhiran data pemilih, sangat penting untuk memaksimalkan sosialisasi hari pemungutan suara tersebut.

“Ini yang pertama dulu. Kita akan maksimalkan badan adhoc yang kini sedang tahap perekrutan untuk PPS sehingga kita bisa mengukur bahwa media, kami penyelenggara hingga ke tingkat adhoc, benar-benar cukup kuat mensosialisasikan hari pemungutan suara nanti,” jelasnya. (Kharisma)