Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Adriana Bicara Tantangan Internal dan Eksternal

118

MANGUNINEWS.COM, Maumbi – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Adriana Dondokambey, melaksanakan kunjungan kerja (kunker) di wilayah Sulawesi Utara (Sulut) sekaligus mensosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Tempat yang dikunjungi Desa Watutumow, Kecamatan Maumbi, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Jumat (7/2).

“Tujuan kehadiran saya menyampaikan tugas kerja sebagai anggota DPR RI untuk mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan. Pada kesempatan ini saya mengajak masyarakat untuk terus menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucap Anggota Komisi VII DPR RI dan Anggota Banggar DPR RI ini.

“Pancasila harus disosialisasikan berulang-ulang karena menyangkut jati dari bangsa. Kita harus tau tentang tantangan bangsa. Kita masyarakat harus tau tentang etika bangsa,” ujar politisi PDIP Sulut ini.

Menurutnya, ini dalam rangka membangun dan menjaga NKRI yang diperhadapkan berbagai tantangan, baik tantangan internal maupun eksternal.

“Tantangan internal karena munculnya pemahaman agama yang keliru. Ini juga tugas dari tokoh-tokoh agama. Dasar negara itu Pancasila sehingga kita tidak pecah. Ada juga tantangan terhadap anarkisme kedaerahan. Di sini ada banyak suku bangsa dan adat istiadat masing-masing. Kalau fanatisme kedaerahan ini muncul maka itu akan melemahkan kesatuan NKRI. Kurangnya pemahaman akan kemajemukan. Kurangnya keteladanan dari pemimpin bangsa,” paparnya.

“Mencari pimpinan harus baik-baik, menjadi pemimpin harus menjadi teladan. Jangan pilih pimpinan karena uang. Carilah pemimpin yang berintegritas. Bertakwa kepada Tuhan, memberikan contoh yang baik dan mencintai rakyat. Penegakan hukum yang tidak optimal. Hukum yang hanya berlaku orang yang di bawah. Kalau orang yang di atas jarang tersentuh. Kami sebagai anggota DPR sering mengusul untuk penegakan hukum yang adil,” lanjutnya.

Hal lain dijelaskan, tantangan dari luar adalah persaingan teknologi. “Makin kuatnya intervensi dari luar kepada bangsa kita seringkali dirasakan dan sering berpengaruh pada perekonomian masyarakat. Misalkan harga kopra pada dasarnya stabil tetapi dihadapi dengan kebijakan internasional maka harga menjadi menurun,” ucapnya.

“Pancasila merupakan pandangan hidup dan mempersatu bangsa. Kita harus mengerti akan ini. Mari kita terus ingatkan kepada anak dan cucu kita. Pancasila sebagai dasar ideologi bangsa perlu dijaga sekaligus dirawat. Pancasila harus bertumbuh dalam tubuh kita sebagai rakyat Indonesia dan masyarakat Desa Watutumow,” tandasnya. (Eka Egeten)