Susul Hamsah, Polres Minahasa Tetapkan Alo Tersangka Kasus Ujaran Kebencian

Tersangka Alo

MANGUNINEWS.COM, Tondano – Langkah serius terus diderap Korps Bhayangkara, untuk menuntaskan kasus ujaran kebencian melalui media sosial (Medsos) yang menghebohkan warga Sulawesi Utara beberapa waktu belakangan. Teranyar, gerak Polres Minahasa kembali membuahkan hasil baru.

Penyidikan petugas terhadap tersangka ujaran kebencian, lelaki HA alias Hamsah (41), warga Kidul, Jawa Barat, membuat Polisi menetapkan lagi satu orang tersangka dan langsung ditahan yakni lelaki HT alias Alo (54), warga Kelurahan Kampung Jawa Tondano.

Dari hasil pengungkapan petugas, diketahui jika Alo merupakan aktor di balik tindak pidana ujaran kebencian dan penghinaan berbau Suku Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA) itu.

“Hasil penyidikan Satuan Reskrim membuktikan jika tersangka Alo yang menyuruh Hamsah untuk memberikan komentar berbau ujaran kebencian di medsos,” kata Kapolres Minahasa AKBP Denny Situmorang, S.I.K., melalui Kasubbag Humas AKP Ferdy Pelengkahu, Senin (27/7).

Bukan saja itu, penyidik mendapati bukti jika Alo turut serta dalam tindak pidana tersebut. Tindakan pelaku terancam dijerat Undang – Undang (UU) nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Hal itu lebih jelas diatur dalam Pasal 28 Juncto ayat 2, yang melarang orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Selain itu juga disangkakan dengan Pasal 55 dan 56 dalam Kitab Undang Hukum Pidana (KUHP).

Kasat Reskrim Polres Minahasa, AKP Sugeng Wahyudi Santoso, S.I.K., menambahkan jika peran Alo adalah menghubungi Hamsah untuk memberikan komentar pada postingannya. Bahkan isi komentar Hamsah diarahkan Alo sambil memberikan keterangan sejarah tanah Minahasa dahulu, dan kepemilikan perkebunan di wilayah Marawas.

Diketahui, sebelumnya Hamsah diamankan tim Polres Minahasa pada salah satu penginapan di Cimahi, Jabar, Senin (20/7) lalu. Usai diamankan, Hamsah mengaku jika hal itu dilakukannya karena dihasut oleh dua orang yang berdomisili di Minahasa, salah satunya Alo. Karena dirinya mengaku sempat tak paham dengan persoalan yang terjadi di perkebunan Rombe, Makawembeng. Namun diarahkan oleh dua orang tersebut dan bahkan diminta untuk mempelajari soal sejarah Minahasa.

“Saya memohon maaf kepada warga Minahasa dan menyesal atas perbuatan ini. Karena itu merupakan kebodohan saya yang terhasut,” ungkap Hamsah. (Kelly Korengkeng)