Tanda Awas, Masyarakat Diminta Tak Sembarang Beri Data Pribadi

MANGUNINEWS.COM, Manado – Pencurian data pribadi saat ini kembali marak terjadi. Mulai dari pinjaman online sampai aplikasi yang harus menggunakan data lengkap Kartu Tanda Penduduk (KTP). Baru-baru ini masyarakat Sulawesi Utara juga ikut dihebohkan dengan perdebatan tentang keabsahan dokumen aplikasi VTube yang dirasa tidak asli. Aplikasi itu juga dianggap membahayakan data pribadi masyarakat karena mewajibkan orang untuk mendaftar menggunakan data lengkap disertai foto diri bersama KTP.

Terlepas benar tidaknya berita tersebut, fakta di masyarakat ada cukup banyak kasus jual beli dan penggunaan data pribadi secara ilegal oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat tentang hal ini, Menteri Komunikasi dan Informatika Johny G. Plate, mengimbau untuk tidak mudah memberikan atau menggunakan data-data berbasis Kartu Tanda Penduduk (KTP). Sebab, data tersebut bakal muncul di mesin pencari data dan berpotensi tersebar di mana-mana dan tidak terkendali. Bahkan dapat disalahgunakan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

“Itu penting sekali untuk jaga kerahasiaannya. KTP itu salah satu sumber data pribadi, kami Kemkominfo juga memiliki tugas terkait data pribadi. Jadi, jangan terlalu cepat menggunakan data-data berbasis KTP, sekali data itu (bila) keluar dan masuk di big data, melalui AI (kecerdasan buatan), maka data kita bisa kemana-mana dan tidak terkendali,” ujarnya.

Menanggapi kekhawatiran dan pertanyaan-pertanyaan masyarakat tentang akan segara hadirnya salah satu aplikasi yakni VTube, yang diketahui hampir sama cara kerjanya dengan youtube, dalam live-nya Plate mengatakan agar masyarakat teliti sebelum memberikan informasi apa pun.

“Saat ini, kita mempunyai fasilitas gadget yang masuk era baru di transformasi digital, ruang digital itu harus penuh kehati-hatian, sebelum kita upload dan menggunakan (aplikasi tertentu) harap periksa baik-baik,” ungkapnya.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Utara, Irjen Pol Drs. Royke Lumowa M.M., saat dimintai keterangan, kaget saat melihat dokumen-dokumen yang kini sedang hangat diperdebatkan warga tersebut.  Kapolda pun langsung mengarahkan agar mendapat penjelasan dari Krimsus Polda Sulut.

Komandan Tim Khusus Maleo Polda Sulut, Kompol Prevly Tampanguma saat dimintai penjelasan, juga memiliki respon yang sama dengan Menteri Komunikasi dan Informatika. Ia mengimbau agar masyarakat berhati-hati memberi data pribadi.

“Sebaiknya masyarakat berhati-hati memberikan data pribadi. Lakukan pengecekan ke instansi terkait agar tidak disalahgunakan data pribadi tersebut. Seperti  KTP banyak terkait dengan keuangan, perbankan, usaha dan lainnya, sehingga perlu kehati-hatian dalam memberikan data pribadi,” tandas Tampanguma. (Tim Man)