Terkait Prosedur Penanganan ODP, Pelayanan Puskesmas Tonsea Lama Disorot

MANGUNINEWS.COM, Tondano – Penanganan penyebaran pandemi Covid-19 atau corona virus yang dilakukan Puskesmas Tonsea Lama ditengarai tidak sesuai prosedur penanganan ODP (Orang Dalam Pemantauan).

Informasi yang diperoleh manadoxpress.com dari Kepala Puskesmas Tonsea Lama, dr Jein Pinangkaan, jika ada masyarakat yang berstatus ODP akan dilayani oleh Puskesmas melalui telepon. Alasannya jika ada ODP jadi PDP (Pasien Dalam Pemantauan) maka tenaga kesehatan harus diisolasi di rumah selama 14 hari. Akibatnya akan habis tenaga kesehatan di Puskesmas.

Hal tersebut berbeda dengan prosedur yang wajib dilakukan oleh Puskesmas. Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid 19, dr Maxi Umboh menjelaskan bahwa petugas wajib mengunjungi orang yang berstatus ODP.

“Setelah mendapat informasi bahwa orang tersebut baru kembali dari perjalanan dari daerah terjangkit, maka petugas puskesmas akan menemui orang tersebut, melakukan wawancara singkat, deteksi tubuh. Bila terdapat keluhan flu atau batuk ringan maka orang tersebut ditentukan status sebagai ODP dan diberikan pengobatan serta diisolasi rumah selamat 14 hari. Petugas akan melakuan pemantauan berkala dan berkomunikasi dengan ODP tersebut termasuk bila terdapat keluhan selama masa isolasi,” ujar Umboh saat dikonfirmasi Senin (30/03) malam.

Ditanya soal prosedur yang dilakukan oleh Puskesmas Tonsea Lama, Umboh menjelaskan, “memang petugas sangat beresiko terhadap potensi penularan, ketersediaan APD (Alat Pelindung Diri) sangat terbatas. Hal ini memang dilema. Alternatif komunikasi bisa dilaksanakan untuk meminimalisir kontak sejauh tidak ada keluhan yang berpotensi menjadi berat.”

Terkait hal ini, Kepala Puskesmas Tonsea Lama, dr Jein Pinagkaan saat dikonfirmasi belum memberikan jawaban. (Kelly Korengkeng)