Tinjau Sejumlah Proyek, Komisi III Deprov Temukan Sederet Persoalan

74
Berty Kapojos

MANGUNINEWS.COM, Manado – Di masa pandemi Covid-19 ini, para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) masih menjalankan tugas dan fungsi mereka sebagai wakil rakyat. Seperti yang dilakukan Komisi III DPRD Sulut, Selasa (23/6).

Mereka melakukan kunjungan kerja (kunker) untuk meninjau proyek jalan Ring Road 3 yang nantinya akan dibangun dari Kecamatan Malalayang menuju Ring Road 2.

Kepada awak media, Ketua Komisi III Berty Kapojos menjelaskan, hingga kini masih ada 85 bidang tanah yang harus diselesaikan di jalur tersebut.

“Jadi di situ masih ada 85 bidang yang masih harus diselesaikan. Karena, dari satu kilo setengah, sudah ada anggaran APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) pusat yang sudah sementara lelang,” terang Kapoyos, usai melakukan kunker.

Ia menambahkan, Komisi III Dewan Provinsi (Deprov) akan memperjuangkan dana berkisar Rp. 10 miliar untuk mengganti rugi 85 bidang tanah tersebut.

“Kami akan memperjuangkan supaya dana itu, sekitar 10 miliar rupiah lebih untuk mengganti rugi 85 bidang ini. Diperkirakan oleh Kepala Dinas Perkim (perumahan dan pemukiman), Pak Steve Kepel, sekitar 10 M. Tapi paling tidak 15 M lah. Supaya dana itu tidak mubazir, karena dana itu dari Balai Jalan. Supaya tidak dikembalikan,” jelas Kapojos.

Dalam kunker yang dilakukan Komisi III DPRD Sulut ini, bukan hanya pembangunan jalan Ring Road 3 saja yang ditinjau. Dalam wawancara dengan awak media, Kapojos menjelaskan bahwa pihaknya ikut mengunjungi proyek pembangunan Boulevard 2 Manado.

“Kami juga sudah melihat Boulevard 2. Di sana masih ada kendala tentang bangunan dari pemerintah provinsi yaitu cold storage yang ada di TPI (Tempat Pelelangan Ikan),” ungkapnya.

Kendala tersebut sudah diusulkan dalam rapat paripurna. Menurut politisi Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) ini, bangunan cold storage itu sangat mempengaruhi pembuatan jembatan di TPI.

Dijelaskan juga, apabila jembatan tersebut telah dibangun, maka jalan lingkar yang nantinya keluar di jalan bandara akan dikerjakan.

Diungkapkan, kunker Komisi III ini ditutup dengan kunjungan di daerah Likupang. Dijelaskan Kapojos, dari Komisi III sendiri belum mendapatkan grand design untuk pembangunan jalan ke daerah Likupang.

“Kita sampai saat ini belum mendapatkan grand design atau penlok itu. Dan nantinya penlok itu akan diberikan oleh Kadis PU (Pekerjaan Umum),” tuturnya.

Menurut Kapojos, sekarang ini sudah ada beberapa bidang tanah di daerah Desa Wasian, Likupang yang sudah dibayarkan. (Vandy Tular)