Tomohon Zona Merah, Suluan Perketat Pengawasan Perbatasan

MANGUNINEWS.COM, Tombulu – Kota Tomohon telah ditetapkan sebagai salah satu wilayah zona merah Covid-19 oleh Kementerian Kesehatan. Kabar itu langsung diikuti dengan beredarnya surat imbauan Pemerintah Kabupaten Minahasa untuk meningkatkan kewaspadaan penyebaran Covid-19, Jumat (8/5) lalu.

Hal itu memicu peningkatan penjagaan masyarakat di perbatasan antara Kota Tomohon dengan Kabupaten Minahasa. Hal itu juga yang dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Suluan, Kecamatan Tombulu.

Pantauan media ini, pos penjagaan perbatasan Kabupaten Minahasa dan Kota Tomohon, di ruas jalan yang menghubungkan antara Desa Kumelembuai dan Desa Suluan, dijaga ketat sejak Senin (11/5).

Kepala Jaga 1, Desa Suluan, Jerry Paat yang menjadi penangungjawab pos, memberikan keterangannya melalui Livia Wowiling.

“Torang sebenarnya so berjaga-jaga sejak Maret, tapi karna status Tomohon masuk wilayah zona merah, maka torang mulai tingkatkan jam jaga dari jam 9 pagi hingga jam 6 malam. Selanjutnya pada malam hari ada penjagaan di dalam kampung, ada pengawasan khusus dari pimpinan Jaga,” ujar ibu yang juga sebagai Meweteng Jaga 1, Desa Suluan.

Ketaatan Pemdes Suluaan ini, menuai dukungan masyarakat. Hal itu ditandai dengan bergabungnya kelompok organisasi kemasyarakatan menjadi relawan.

Lebih lanjut Wowiling menjelaskan, penjagaan ini tidak hanya dari perangkat desa bersama hansip, tetapi juga melibatkan masyarakat yang ingin berpartisipasi menjadi relawan.

“Ada keterlibatan juga masyarakat dari kelompok relawan organisasi Manguni Indonesia,” tuturnya.

Sekalipun demikian, terhembus nada khawatir dari Wowiling. Ia menambahkan, kiranya ada bantuan alat perlindungan diri (APD) dari Pemda. Sebisa mungkin, mereka yang berjajaga di pintu keluar masuk diperlengkapi juga dengan sarung tangan.

“Apalagi kami lakukan dengan sukarela, tanpa bayaran, demi menjaga keselamatan bersama,” tutupnya. (Yonatan Kembuan)