Ungkit Sengketa Tanah Keluarga, Kepala Ten Bocor Dihajar Rio

MANGUNINEWS.COM, Tomohon – Tindak Pidana (TP) penganiayaan terjadi di Kelurahan Lansot, Kecamatan Tomohon Selatan. ST (30) Ten, warga setempat, jadi korban. Aksi itu langsung direspon Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik Kepolisan Resor (Polres) Tomohon.

Menurut petugas, informasi itu didapat dari laporan masyarakat soal adanya keributan dan penganiayaan di salah satu rumah warga, Jumat (5/6). Tim URC Totosik pun langsung bergerak.

Kepala Tim (Katim) Totosik, Bripka Yanny Watung bersama anggota langsung menuju lokasi, sekitar jam 23.30 Wita. Sampai di tempat kejadian perkara (TKP), diketahui benar telah terjadi TP penganiayaan di lokasi tersebut.

“Di TKP, pelaku dan korban sudah tidak ada. Pelaku sudah lari dan korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Anugerah Tomohon untuk mendapat perawatan. Tim Totosik kemudian lakukan pengembangan dan mencari informasi keberadaan dari pelaku,” kata Watung.

Setelah dapat informasi, Sabtu (6/6), sekira jam 04.00 Wita, Tim Totosik berhasil mengamankan seorang lelaki yang dinyatakan sebagai pelaku, MK (20) alias Rio, warga Kelurahan Kakaskasen 3, Kecamatan Tomohon Utara.

Saat diamankan di rumah pacarnya di Kelurahan Kamasi, Kecamatan Tomohon Tengah, pelaku mengakui perbuatannya dan tidak melakukan perlawanan.

Katim Totosik Bripka Yanny Watung saat dikonfirmasi, menjelaskan kronologi dari kejadian tersebut.

“Sebelum kejadian, pelaku dan korban serta beberapa orang lainnya sedang melakukan pesta miras di TKP. Saat itu korban mengungkit masalah tanah keluarga. Dalam keadaan mabuk, pelaku menanggapi dengan marah. Pelaku kemudian menganiaya korban dengan menggunakan kayu yang ditemukan di sekitar TKP,” jelas Watung.

“Pelaku memukul korban dengan kayu secara berulang-ulang pada bagian tubuh dan kepala, mengakibatkan luka robek pada kepala korban. Selesai melakukan aksinya, pelaku lari meninggalkan TKP, menuju ke rumah pacarnya di Kelurahan Kamasi,” jelas Watung.

Usai diamankan, pelaku langsung digiring ke Polsek Tomohon Selatan, untuk diproses lebih lanjut. (Denny Pongayow)