Upah Minimum 2021 Tidak Naik, Bororing: Tomohon Hanya Mengacu Pada UMP

MANGUNINEWS.COM, Tomohon – Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Menaker RI), Ida Fauziyah memutuskan untuk tidak menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2021.

Hal itu tertuang lewat Surat Edaran (SE) Menaker No M/11/HK.04/x/2020 tentang upah minimum tahun 2021 pada masa pandemi Covid-19.

“SE tersebut diterbitkan untuk memberikan panduan atau pedoman bagi para gubernur dalam mengatasi kondisi di daerahnya yang mengalami dampak pandemi Covid-19 terkait dengan penetapan upah minimum 2021,” jelas Ida.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tomohon, Syerly Bororing membenarkan hal tersebut.

“Ya, sudah ada surat edaran dari Menaker bahwa UMP 2021 menyesuaikan dengan UMP tahun ini,” ujar Bororing.

Ia melanjutkan, belum dinaikkan karena menyesuaikan dengan kondisi saat ini sementara pandemi Covid-19.

Bororing juga mengatakan, Tomohon hanya mengacu pada UMP.

“Untuk Tomohon sendiri tidak ada Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), jadi kita hanya mengacu di UMP. Juga di Tomohon belum ada dewan pengupahan,” ungkapnya.

Dikatakan, perusahaan-perusahaan di Tomohon tetap menerapkan UMP.

“Tapi kalau ada karyawan yang baru masuk tidak mungkin akan menerapkan UMP,” kata dia.

Menurutnya, kalau semua pekerja menginginkan UMP, maka akan menciptakan masalah yang baru.

“Nanti akan ada yang ter-PHK lagi. Apalagi income perusahaan sekarang kan sedang menurun drastis,” terang Bororing.

(Anugrah Pandey)