URC Totosik Amankan Pelaku Pengancaman dengan Airsoft Gun

MANGUNINEWS.COM, Tomohon – Kepala Tim (Katim) Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik Polres Tomohon Bripka Yanny Watung mengatakan pihaknya berhasil menangkap Al alias Aba (32) warga Bitung Karangria lingkungan 3, Kecamatan Tuminting Kota Manado atas dugaan tindakan pengancaman menggunakan senjata jenis Airsoft Gun.

Watung menjelaskan, penangkapan berawa dari Laporan Polisi yang masuk di Polsek Tomohon Utara (11/1/2021) FL (48) alias Franny warga Kelurahan Wailan lingkungan 8, Kecamatan Tomohon Utara terkait perkara.

“Tim Totosik saat mendapat informasi kejadian pada Senin 11 Januari 2021, langsung ke tempat kejadian perkara. Pelaku sudah tidak berada di TKP dan tim mengumpulkan informasi perihal keberadaan pelaku kepada beberapa saksi di TKP dan mempelajari barang bukti video yang diperlihatkan pelapor dan dipastikan senjata yang digunakan jenis airsoft gun, tim Totosik melakukan pengembangan sampai ke wilayah Manado,” kata Watung, Rabu (13/1/2021).

Selanjutnya pada Selasa (12/1/2021), Tim totosik mendapat informasi bahwa pelaku bersembunyi di salah satu tempat olahraga Futsal yang berada di Kelurahan Karangria Kecamatan Tuminting, setelah memastikan keberadaan Pelaku.

“Atas info itu, Tim Totosik langsung menuju ke tempat persembunyian pelaku dan akhirnya pada jam 17.00 wita, Tim Totosik berhasil mengamankan pelaku di tempat persembunyiannya tanpa perlawanan,” ungkapnya.

Setelah penangkapan, Tim melakukan interogasi dan pelaku mengakui perbuatannya dan menunjukkan barang bukti sepucuk senjata genggam jenis airsoft gun yang pelaku sembunyikan di salah satu bangunan tidak jauh dari tempat persembunyian pelaku, selanjutnya pelaku bersama barang bukti diserahkan tim totosi ke mako Polsek Tomohon Utara guna proses lebih lanjut.

“Berdasarkan informasi di TKP dan pengakuan pelaku, senjata jenis airsoft gun sudah sering dinggunakan pelaku untuk menakut nakuti keluarga pelapor maupun masyarkat disekitar, dan barang bukti tersebut sudah dalam penguasaan pelaku sejak akhir tahun 2019, yang pelaku beli lewat situs jual beli online,” tambah Watung.

Watung memaparkan, kronologi terjadinya pengancaman awalnya pelaku marah karena tidak diijinkan oleh pelapor untuk membawa pacarnya perempuan TK alias Tesalonika keponakan pelapor untuk pergi ke Kota Bitung.

“Antara Pelaku dan pelapor terjadi adu mulut yang berujunga pada kejadian pengancaman dengan senjata airsoft gun dan sempat menembakkan ke udara sebanyak 5 kali, selesai melakukan aksinya Pelaku melarikan diri,” ungkap Watung.

“Barang bukti yang diamankan berupa 1 (Satu) pucuk senjata genggam laras pendek jenis Airsoft gun dengan cat berwarna hitam yang sudah memudar, dan amunisi jenis biji agel berwarna keemasan 1 kotak,” tutupnya.

Penulis : Denny Pongajow
Editor   : Phy