Wakili Eman, Lolowang Sampaikan Beberapa Poin Penting Saat Rakor Bersama Fatoni

MANGUNINEWS.COM, Tomohon – Wali Kota Tomohon, Jimmy Feidie Eman, S.E.Ak. CA, diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tomohon, Ir. Harold V. Lolowang, M.Sc, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Pejabat sementara (Pjs) Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Dr. Agus Fatoni, M.Si.

Tujuan dilaksanakannya rakor ini dalam rangka persiapan Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2020 dan Percepatan Penanganan Covid-19 di Sulut.

Pjs Gubernur Sulut, Dr. Drs. Agus Fatoni, MSi menyampaikan beberapa point yakni berhubung Pilkada akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020, maka pemerintah kabupaten atau kota yang menyelenggarakan pilkada harus menjalin kerjasama yang harmonis dan selaras, untuk terwujudnya Pilkada serentak di Sulut yang luber, jurdil, serta aman dari Covid-19.

Sekda Kota Tomohon yang mengikuti kegiatan ini mengatakan, penekanan yang disampaikan Fatoni pertama, perlunya diketahui kampanye melalui media massa, media cetak, dan media elektronik, serta wajib mematuhi status penanganan dan pengendalian Covid-19 (PKPU Nomor 6 Tahun 2020 Pasal 57-64,red).

“Dan terkait debat publik, disarankan topik yang mengemuka antara lain mengenai penanganan Covid-19 dan dampak sosial. Misalnya peran kepala daerah dalam penanganan Covid-19,” ungkapnya.

“Kedua, menyangkut netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), ditegaskan dalam menghadapi Pilkada untuk mengajak dan menjamin ASN di pemkab atau pemkot masing-masing, tetap menjaga netralitas,” pungkasnya Lolowang.

Lolowang melanjutkan, berkaitan dengan penangangan Covid-19, Fatoni menghimbau kepada warga masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, serta dibarengi dengan penerapan peraturan Gubernur Sulut Nomor. 60 Tahun 2020 terkait peningkatan disiplin dan penegakkan hukum protokol kesehatan.

“Kemudian diwujudnyatakan bersama bupati/wali kota se-Sulut, untuk masyarakat yang patuh menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, maupun protokol kekarantinaan dan isolasi bagi suspek dan terkonfirmasi,” ujar Lolowang.

Dalam rakor tersebut disampaikan terkait penanganan Covid-19, per tanggal 7 Oktober 2020 jumlah kasus aktif di Sulut adalah 633 kasus atau sebesar 13,6 persen dari total kumulatif kasus sebanyak 4.652, kasus sembuh sebanyak 3.840 kasus atau 82,54 persen, dan ada 179 kasus kematian atau 3,84 persen akibat Covid-19.

Dari data diatas, menurut mereka kondisi epidemiologi di Sulut mulai menunjukkan adanya penurunan yang signifikan, daripada sisi penambahan kasus terkonfirmasi positif harian.

Lewat pelaksanaan rakor ini, mereka berharap Pilkada Serentak 9 Desember 2020 bisa berhasil, serta angka penambahan kasus baru Covid-19 di Sulut bisa semakin dicegah, melalui peningkatan disiplin masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan serta mematuhi anjuran dan himbauan pemerintah, serta menerapkan 3 M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan atau pakai hand sanitizer, serta konsumsi makanan dan minuman bergizi dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di era kehidupan normal baru.

Diketahui, rakor ini dilaksanakan di ruangan CJ. Rantung, Kantor Gubernur Sulut, dan dihadiri para kepala daerah se- Sulut, Kamis (8/9). (Anugrah Pandey)