Warga Bobo Distigma, IPB Desak Pemerintah Tidore Kepulauan Ambil Tindakan

Warga Kelurahan Bobo kini gerah dengan stigma masyarakat terhadap mereka.

MANGUNINEWS.COM, Tidore – Merebaknya Covid-19 (virus corona) memberi efek negatif bagi masyarakat Kelurahan Bobo, Kecamatan Tidore Utara, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara. Dikabarkan, warga daerah tersebut mengalami stigma publik terkait pandemi ini. Reaksi protes pun meletup.

Mereka mengeluhkan, kini banyak sekali masyarakat kelurahan lain sensitif  terhadap masyarakat Kelurahan Bobo. Marak kabar beredar jika masyarakat Kelurahan  Bobo banyak yang terinfeksi virus corona.

Kisah menyakitkan diungkap warga Bobo. Ketika hendak pergi berbelanja di pasar, mereka sering diinterogasi soal identitas oleh supir mikrolet (kendaraan umum).

“Katanya, kalau namanya orang Bobo, tidak bisa naik ke mobil karena masyarakat Kelurahan Bobo banyak yang kena positif virus corona,” ketus warga.

Kondisi ini diakui membuat masyarakat Kelurahan Bobo kebingungan. Muncul pertanyaan-pertanyaan, apa yang menyebabkan hingga timbul kekacauan terhadap masyarakat di kelurahan lain terkait dengan isu positif Covid-19 di Kelurahan Bobo.

Stigma masyarakat tersebut memantik sikap Ikatan Pemuda Bobo (IPB).  “Ini adalah bentuk diskriminasi dalam pendidikan yang sering memicu konflik sosial di Kota Tidore Kepulauan,” kata Imbran Husen dan Aidar Salasa, pengurus IPB, baru-baru ini.

“Karena Tidore juga kota pendidikan maka pemerintah daerah harus menetralisir semua masyarakat agar tidak terjadi konflik dalam menghadapi Covid-19 di Kota Tidore Kepulauan,” tegas mereka.

IPB berpendapat, ini tanggung jawab Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, untuk memberikan penjelasan ke publik terkait fakta dari kekisruhan ini.

“Harus kasih keterangan, apa masyarakat Kelurahan Bobo memang semua positif Covid-19. Untuk mengimbangi hal yang bisa memicu kegaduhan di masyarakat maka pemerintah secepatnya mengambil langka lebih bijak untuk sosialisasi soal Covid-19 di setiap kelurahan agar masyarakat tau mana yang positif, dan mana yang tidak positif,” tandas Imbran dan Aidar.

“Penjelasan pemerintah sangat penting agar masyarakat di luar Kelurahan Bobo juga tau. Karena saat ini itu isu liar yang berkembang di Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara,” ucap keduanya.

Tuntutan tersebut disampaikan IPB, karena sampai saat ini masyarakat belum pernah mendengar pemberitahuan dari petugas penanganan Covid-19 di Kota Tidore Kepulauan, terkait persoalan ini.

“Pemerintah harus melakukan sosialisasi. Karena ini terkait data dan data itu ada di  tim Satgas Penanggulangan Covid-19. Sementara kami tau beberapa masyarakat di Kelurahan Bobo dikarantina bukan karena positif virus corona atau Covid-19. Itu berbeda dengan pandang sebagian besar masyarakat,” keluh mereka.

Untuk mengatasi tekanan psikologis yang kini sedang melanda masyarakat Kelurahan Bobo, IPB mendesak Tim Satuan Tugas Satgas Penangan Covid-19 Kota Tidore Kepulauan untuk segera memberikan pemberitahuan kepada masyarakat di tiap kelurahan tentang fakta yang sesungguhnya di Kelurahan Bobo. (Marsaoly Yusri Yunus)