Watung Cs Amankan Pelaku Penganiayaan Dengan Parang

MANGUNINEWS.COM, Tomohon – Lelaki FBT alias Franklyn (29), warga Kelurahan Taratara, Lingkungan 5, Kecamatan Tomohon Barat, diamankan Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik Polres Tomohon, Selasa (26/1/2021), sekitar pukul 21.00 Wita.

FBT adalah pelaku penganiayaan dengan senjata tajam (sajam) sejenis parang kepada lelaki AR alias Alva (24), warga Taratara Dua, Lingkungan 5, Kecamatan Tomohon Barat.

Kepala Tim (Katim) URC Totosik, Aipda Yanny Watung mengatakan, peristiwa ini terjadi di Kelurahan Taratara, Kecamatan Tomohon Barat, selasa (26/12021)

Dikatakan, awalnya Tim Totosik mendapat informasi dari masyarakat melalui telepon bahwa di Kelurahan Taratara ada keributan. Tim Totosik langsung merespons informasi masyarakat dan berselang 5 menit, tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Saat tiba di sekitaran TKP, sudah banyak orang yang berkumpul, Tim Totosik kemudian mencari informasi tentang permasalahan yang terjadi. Berbekal informasi yang ada, tim langsung menuju ke rumah pelaku.

“Tim mendapati pelaku yang sudah dipengaruhi minuman keras di depan rumahnya dan saat itu juga langsung mengamankan pelaku bersama barang bukti sebilah parang yang digunakan saat melakukan penganiayaan terhadap korban. Pelaku dan barang bukti diserahkan ke Polsek Tomohon Tengah,” ujarnya.

Pelaku diinterogasi bersama seorang saksi, lelaki JL (31) alias Jeri, warga yang sama.

Katim Totosik Aipda Yanny Watung menjelaskan kronologi kejadiannya. “Awalnya pelaku, korban dan saksi melakukan pesta miras di rumah pelaku. Selang beberapa saat, pelaku yang sudah dipengaruhi minuman keras kemudian masuk ke dalam dapur dan saat kembali sudah membawa sebilah parang. Pelaku yang sudah memegang parang kemudian menghampiri korban dan mengacungkan parang tersebut ke arah korban. Melihat hal tersebut, korban kemudian berusaha menenangkan pelaku,” jelas Watung.

“Pelaku kemudian kembali ke dapur untuk meletakkan parang yang dipegangnya dan kembali bergabung bersama korban dan saksi. Tak lama kemudian, pelaku kembali ke dapur dan saat kembali sudah membawa parang dan langsung mengayunkan parang tersebut ke arah kepala korban. Namun korban berhasil menangkis dengan telapak tangan sehingga menyebabkan korban mengalami luka pada bagian telapak tangan sebelah kiri. Korban yang merasa terancam langsung membanting pelaku ke tanah dan terjadilah perkelahian antara keduanya. Saksi Jerry yang melihat hal tersebut langsung mengamankan parang yang digunakan pelaku ke dalam rumah saksi, untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan,” jelas Watung.

Penulis: Denny Pongajow