Woloan Dua Siap Sukseskan Tomohon Sebagai Kota Toleransi di Indonesia

MANGUNINEWS.COM, Tomohon – Dalam momentum Hari Toleransi Internasional 2021, akhir bulan ini Tomohon akan ditetapkan sebagai ‘Kota Toleransi’ di Indonesia.

Adapun rangkaian agenda strategis sebelum penetapan Tomohon sebagai Kota Toleransi, yakni Konferensi Nasional FKUB ke-6 dan Pekan Kerukunan Internasional 2021.

Rencananya, penetapan ini akan dilaksanakan pada 22 November 2021 saat penutupan kegiatan yang nantinya dipusatkan di Kota Tomohon, dan rencananya juga akan dihadiri Wakil Presiden Republik Indonesia.

Wali Kota Tomohon, Caroll J.A. Senduk, S.H., mengatakan, sebagai pemerintah dan masyarakat Tomohon tentu patut berbangga ketika Tomohon akan memperoleh berupa penghargaan dengan sebutan sebagai salah satu Kota Toleransi di Indonesia.

Menurutnya, hal ini tentu mengacu pada suasana yang telah lama tercipta di Kota Tomohon, yakni kerukunan antar umat beragama.

“Kepada seluruh elemen masyarakat Kota Tomohon, mari kita jaga dan bina terus suasana hidup rukun dan damai, baik dalam bermasyarakat dan beragama,” imbunya.

Ditambahkan, Wakil Wali Kota Tomohon, Wenny Lumentut, S.E., menegaskan bahwa kegiatan ini sangat penting, sehingga sinergitas bersama dengan pemerintah provinsi harus dilakukan dengan baik lewat koordinasi dan komunikasi.

Hal ini pun turut diapresiasi Kelurahan Woloan Dua dibawah kepemimpinan Jeane Kures, S.E. “Kami sangat memberi apresiasi untuk Provinsi Sulawesi Utara, terlebih khusus Kota Tomohon, kota yang sangat kami cintai,” ujarnya.

Ia mengakui, memang sudah sejak dahulu kala masyarakat di kelurahan Woloan Dua, untuk toleransi itu sangat luar biasa.

“Sebagai kenyataan yang kami alami saat ini, untuk toleransi keagamaan itu sudah sangat erat dan kami laksanakan itu. Dimana setiap kegiatan, baik dari agama apapun kami menjalan kegiatan itu bersama-sama. Kami selalu berkoordinasi sebagai bukti bahwa sewaktu ada kegiatan selalu memberi diri,” ungkapnya.

Misalnya dalam hal keamanan, ia selalu mengimbau untuk tetap menjaga keamanan saat peribadatan berlangsung.

“Itu terbukti dan kami tidak mengalami gangguan apapun selama dalam peribadatan maupun dalam kerohanian pemuda atau remaja. Karena sangat-sangat tinggi untuk toleransi kami, saling pengertian dalam suka maupun duka itu sangat terasa di kelurahan ini,” ujarnya.

Selain itu, Kures mengatakan untuk keakraban antar umat beragama sangat terlihat lewat praktek-praktek toleransi.

“Keakraban itu terwujud baik lewat pemberian sumbangsih untuk pembuatan tenda maupun pemberian makanan. Itu sangat terasa dan ini sudah menjadi kebiasaan kami turun temurun,” terangnya.

Untuk itu, ia bersama jajaran pemerintah yang ada siap menyambut dan menyukseskan pencanangan Tomohon sebagai kota toleransi di Indonesia. Kures menegaskan, akan mensupport dengan segala persiapan.

Menurutnya, Tomohon sangat pantas untuk mendapatkan gelar ini. “Saya merasakan Tomohon beda dengan kota lainnya, dimana yang kita dengar sering terjadi pembakaran gereja, pembubaran di saat sedang ibadah. Tetapi sungguh luar biasa oleh tuntunan Tuhan, kota Tomohon itu ada roh berkat untuk kami disatukan,” tuturnya.

Sehingga, ia melihat tidak adanya perbedaan dalam kehidupan masyarakat kota Tomohon.

“Ini juga berkat daripada orang tua yang telah membina dan menanamkan bibit-bibit toleransi yang hingga saat ini kami praktekan untuk saling menghargai antar umat beragama dan tidak memandang agama, ras, pendapatan, miskin atau kaya,” pungkasnya.

Penulis: Anugrah Pandey