MANGUNINEWS.COM, Manado, 4 Juli 2026 – Kader PDI Perjuangan, dan juga Anggota DPRD Minahasa, Franciscus Enoch, angkat bicara terkait keputusan mantan kader PDI Perjuangan, James Sumendap, yang memilih bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Menurut Franciscus Enoch, perpindahan partai merupakan hak politik setiap warga negara yang dijamin dalam sistem demokrasi. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa etika politik tetap harus dijunjung tinggi dengan menghormati sejarah dan perjalanan politik yang telah dilalui bersama.
“Setiap orang memiliki hak menentukan pilihan politiknya. Kami menghormati keputusan tersebut. Namun, yang juga harus dihormati adalah fakta sejarah bahwa PDI Perjuangan telah memberikan ruang pengabdian dan kepercayaan politik yang sangat besar kepada Bapak James Sumendap,” ujar Franciscus Enoch.
Ia menjelaskan, James Sumendap memperoleh mandat dari PDI Perjuangan untuk memimpin Kabupaten Minahasa Tenggara selama dua periode, yakni 2013–2023. Bahkan setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai kepala daerah, PDI Perjuangan kembali memberikan kepercayaan dengan mengusungnya sebagai calon anggota DPR RI pada Pemilu 2024.
“Ini menunjukkan bahwa kepercayaan partai terhadap beliau tidak pernah setengah hati. Oleh karena itu, sangat disayangkan apabila setelah memilih jalan politik yang berbeda justru muncul narasi yang cenderung mendiskreditkan partai yang selama ini menjadi rumah perjuangannya,” lanjutnya.
Franciscus Enoch menegaskan bahwa perbedaan pandangan merupakan hal yang lumrah dalam demokrasi. Namun menurutnya, kedewasaan politik tercermin dari kemampuan seseorang menghargai proses dan sejarah, bukan dengan membangun opini yang mengaburkan fakta perjalanan politiknya.
“Politik adalah tentang gagasan dan pengabdian, bukan tentang menghapus jejak sejarah. Tidak ada salahnya memilih jalan yang berbeda, tetapi akan lebih bermartabat apabila dilakukan tanpa harus merendahkan rumah yang pernah memberikan kepercayaan dan kesempatan untuk mengabdi kepada rakyat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Franciscus Enoch menyatakan bahwa PDI Perjuangan merupakan partai ideologis yang dibangun di atas fondasi perjuangan, nasionalisme, dan keberpihakan kepada rakyat, sehingga tidak bergantung pada satu figur.
“PDI Perjuangan telah melewati berbagai dinamika politik nasional maupun daerah. Kader datang dan pergi adalah hal yang biasa. Namun ideologi, loyalitas, dan komitmen kepada rakyat akan tetap menjadi fondasi utama partai ini. Masyarakat tentu mampu menilai siapa yang tetap konsisten menjaga komitmen perjuangan dan siapa yang baru mengubah sikap politik setelah memperoleh berbagai kesempatan dan kepercayaan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh kader PDI Perjuangan untuk tetap solid dan menjawab dinamika politik dengan kerja nyata di tengah masyarakat.
“Kami tidak ingin membalas dengan narasi yang menyerang pribadi. Jawaban terbaik adalah terus bekerja untuk rakyat, menjaga marwah partai, serta membuktikan bahwa PDI Perjuangan tetap menjadi rumah perjuangan yang melahirkan pemimpin-pemimpin yang berkomitmen kepada bangsa dan negara,” tutup Franciscus Enoch.(*)






