MANGUNINEWS.COM, Tomohon – Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) di Kota Tomohon menunjukkan komitmennya sebagai anak kandung Gereja untuk mendukung pelayanan Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM).
Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM yang baru terpilih, Pdt. Dr. Adolf Katuuk Wenas, M.Th bersama pengurus GAMKI di Tomohon duduk membahas beberapa isu teologis strategis,(30/12).
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini menjadi ajang konsolidasi peran anak muda Kristen dalam menyikapi dinamika pelayanan di aras sinode, wilayah dan jemaat, maupun di tengah masyarakat.
Abraham Lintong, Ketua GAMKI, secara langsung menyampaikan dan menegaskan posisi mereka sebagai mitra kerja strategis yang siap bersinergi dalam menyukseskan program-program pelayanan GMIM dan Ketua BPMS yang baru.
“Kami siap menjadi bagian integral dari gerak langkah Sinode GMIM, langkah gerak Pendeta Adolf dan bekerja sama dalam pemberdayaan potensi generasi muda Kristen dan aksi sosial di masyarakat,” ujar Lintong.
Selain itu, GAMKI juga menyatakan kesiapannya untuk berperan sebagai mitra kritis yang konstruktif. Peran mitra kritis ini diwujudkan dalam bentuk pengawasan, penyampaian masukan, dan evaluasi yang bertujuan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap kebijakan dan program kerja sinode, demi kemajuan gereja yang lebih baik.
Pdt. Adolf Wenas menyambut baik inisiatif ini dan mengapresiasi semangat serta komitmen yang ditunjukkan oleh organisasi kepemudaan gereja tersebut.
Beliau menekankan pentingnya sinergi antara aras sinode dan organisasi otonom gereja dalam menghadapi tantangan pelayanan di masa kini.
“Kerja sama yang solid antara gereja dan organisasi kepemudaan seperti GAMKI sangat dibutuhkan. Masukan yang konstruktif akan selalu kami terima sebagai bahan pertimbangan dalam menjalankan roda organisasi dan pelayanan,” kunci Pdt. Wenas.
Pertemuan ini diharapkan menjadi tonggak awal terjalinnya kemitraan yang produktif, di mana organisasi Pemuda Gereja dan Sinode GMIM dapat berjalan beriringan, saling mendukung, dan saling mengawasi demi mewujudkan gereja yang misioner dan berdampak positif bagi masyarakat.(*)






